Advertisement

Masuk ke Lab Rahasia Apple di Singapura: Begini Cara Mereka Menguji Kamera iPhone

Masuk ke Lab Rahasia Apple di Singapura: Begini Cara Mereka Menguji Kamera iPhone

Highlight

Bestindotech
  • Apple punya laboratorium di Singapura sejak 1981, yang terbesar di Asia Tenggara dengan 4.000 karyawan, dan Bestindotech dapat akses masuk ke dalamnya.
  • Modul kamera iPhone diuji dengan impact hingga 10.000 G-Force sebelum dipasang ke perangkat jadi.
  • Empat jenis tes ekstrim dilakukan hanya untuk modul kamera: mechanical shock, heat soak, liquid thermal shock, dan pressure cooker test.
Advertisement
Advertisement

Setiap kali iPhone jatuh, terguyur hujan, atau dipakai di tengah terik tropis selama bertahun-tahun, ada alasan mengapa perangkat itu masih bisa berfungsi normal. Bukan keberuntungan, melainkan hasil dari serangkaian pengujian ekstrim yang sudah dilakukan jauh sebelum produknya sampai ke tangan konsumen.

Bestindotech mendapat undangan langsung dari Apple untuk mengunjungi laboratorium mereka di Singapura, salah satu fasilitas pengujian yang selama ini tidak banyak diketahui publik. Kunjungan berlangsung sekitar 30 menit, singkat tapi cukup untuk melihat seberapa serius Apple dalam menguji komponennya sebelum masuk ke produk jadi.

Lab Apple Singapura: Terbesar di Asia Tenggara

Laboratorium Apple di Singapura sudah berdiri sejak tahun 1981, menjadikannya salah satu fasilitas Apple tertua di luar Amerika Serikat. Saat ini, fasilitas tersebut adalah yang terbesar di Asia Tenggara dengan total sekitar 4.000 karyawan Apple yang berkantor di sana.

Gedung barunya baru saja diresmikan, dan saat Tim Cook berkunjung ke Singapura beberapa waktu lalu, peresmian gedung baru itu menjadi salah satu agenda utamanya. Gedung baru tersebut diklaim akan mampu menampung hingga 7.000 orang.

Dari segi arsitektur, bangunannya terasa khas Apple. Tapi begitu masuk ke dalam area lab, tidak ada yang boleh merekam secara bebas. Mayoritas area testing memang tidak boleh didokumentasikan.

Advertisement

Fokus Pengujian: Modul Kamera Telephoto

Dari sekian banyak pengujian yang ada di lab tersebut, yang diperlihatkan kepada Bestindotech berfokus pada durability testing untuk modul kamera, khususnya modul telephoto tetra prism yang digunakan di iPhone. Ada empat jenis tes yang bisa disaksikan langsung.

Mechanical Shock

Tes pertama adalah mechanical shock, di mana modul kamera dipasang pada sebuah platform lalu dibanting dengan impact yang sangat besar. Tujuannya adalah mengevaluasi kondisi modul kamera jika mengalami benturan ekstrim, misalnya saat iPhone terjatuh.

Kekuatan impactnya mencapai 10.000 G-Force. Sebagai perbandingan, penumpang di dalam mobil biasanya hanya merasakan sekitar 5-10 G-Force. Tes ini dirancang untuk mendeteksi kelemahan struktural dari modul kamera sebelum dipasang ke dalam iPhone.

Heat Soak dan Thermal Cycling

Tes kedua mengekspos modul kamera pada suhu dan kelembaban yang ekstrim secara bergantian. Tujuannya adalah memastikan material di dalam modul bereaksi dengan baik terhadap perubahan lingkungan, apakah material tersebut memuai atau berkontraksi secara aman.

Advertisement

Dengan tes ini, Apple bisa menjamin bahwa iPhone tetap berfungsi normal di berbagai kondisi iklim, dari hawa tropis Indonesia yang panas dan lembab hingga suhu ekstrim dingin seperti di Antartika.

Liquid Thermal Shock

Tes ketiga adalah liquid thermal shock, di mana modul kamera dicelupkan ke cairan bersuhu sangat panas, lalu langsung dipindahkan ke cairan bersuhu sangat dingin. Tes ini mengecek kekuatan material dan kualitas perekat yang digunakan di dalam modul.

Advertisement

Jika ada elemen yang tidak memenuhi standar, seperti perekat yang tidak cukup kuat, hal itu bisa terdeteksi sejak tahap ini, jauh sebelum modul dipasang ke perangkat.

Pressure Cooker Test (PCT)

Tes terakhir yang diperlihatkan adalah pressure cooker test atau PCT. Mirip dengan tes suhu dan kelembaban sebelumnya, tapi kali ini ditambahkan tekanan tinggi. Tujuannya adalah menguji ketahanan modul terhadap rembesan cairan di bawah tekanan.

Jika ada celah sekecil apapun yang memungkinkan cairan masuk ke dalam modul, tes ini akan menemukannya. Cairan yang masuk ke komponen kamera bisa menyebabkan korosi dan merusak koneksi listrik di dalam modul. PCT dirancang untuk mencegah hal itu terjadi di kehidupan nyata.

Durabilitas dan Sustainability: Dua Tujuan yang Terhubung

Di balik semua pengujian ini, ada tujuan jangka panjang yang lebih besar. Apple menargetkan net zero carbon di tahun 2030, dan salah satu caranya adalah memastikan produk mereka cukup tahan lama untuk berpindah tangan dari satu pengguna ke pengguna berikutnya.

Apple tidak mempermasalahkan iPhone yang dijual kembali sebagai produk second hand. Justru sebaliknya, ketahanan produk yang baik mendukung siklus hidup perangkat yang lebih panjang, yang pada akhirnya juga mendukung target sustainability mereka.

Kesimpulan

Kunjungan singkat 30 menit ke lab Apple di Singapura memberi gambaran yang cukup jelas tentang mengapa iPhone dikenal sebagai perangkat yang awet. Sebelum modul kamera telephoto dipasang ke dalam iPhone yang kalian gunakan sehari-hari, komponen itu sudah melewati benturan 10.000 G-Force, perubahan suhu ekstrim, dan tekanan tinggi.

Ini bukan klaim marketing. Ini proses nyata yang bisa dilihat langsung, dan sekarang kalian sudah tahu apa yang ada di baliknya.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Advertisement
Advertisement
Advertisement