Advertisement

Suka Duka Pakai MacBook Air M1 di 2026: Masih Worth It?

Suka Duka Pakai MacBook Air M1 di 2026: Masih Worth It?

Highlight

Bestindotech
  • Setelah 2 tahun lebih dipakai, battery health masih di 83% dan bisa bertahan dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam dengan sisa 28%, bahkan bisa 2 hari tanpa ngecas di weekend.
  • Harga yang dulu mulai 17 jutaan saat rilis 2020 kini turun ke 10 jutaan, bahkan bisa di bawah itu saat ada promo.
  • Dua kekurangan yang perlu dipertimbangkan: hanya 2 port USB-C di sisi kiri tanpa MagSafe, dan webcam masih 720p sementara M2 ke atas sudah 1080p.
Advertisement
Advertisement

MacBook Air M1 sudah genap 5 tahun sejak pertama kali dirilis. Tapi di 2026 ini harganya sudah turun ke kisaran 10 hingga 11 jutaan untuk unit baru, yang membuat banyak orang mulai mempertimbangkannya lagi sebagai opsi laptop kerja atau harian.

Aku Veren, Social Media Manager di Bestindotech, dan aku sudah pakai MacBook Air M1 sejak 2023. Sampai sekarang masih lancar jaya, walaupun ada beberapa suka duka yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan beli.

Performa untuk Kerja Sehari-hari

Pemakaianku sehari-hari tergolong office work yang cukup ringan: Google Docs, Google Sheets, email, meeting via Zoom dan Google Meet, desain tipis-tipis di Canva, browsing, Spotify, dan ClickUp untuk manajemen produksi di Bestindotech. Semuanya lancar banget, hampir tidak pernah ada lag atau lemot, bahkan saat buka banyak tab sekaligus.

Untuk kebutuhan seperti ini, MacBook Air M1 masih sangat oke di 2026. Support OS-nya juga masih berlanjut sampai sekitar 2027 hingga 2028. Tapi kalau kamu butuh laptop untuk editing video berat di 4K atau 8K, M1 ini bakal mulai keteteran. Lebih baik langsung pilih M2 atau idealnya M3 ke atas.

Baterai: Masih Bisa Diandalkan Setelah 2 Tahun

Setelah lebih dari 2 tahun pemakaian, battery health MacBook-ku masih di 83%. Dalam pemakaian normal dari jam 10 pagi sampai selesai kerja sekitar jam 7 malam, baterai masih sisa 28%. Di weekend yang pemakaiannya lebih ringan, sekitar 3 hingga 4 jam untuk Netflix dan Spotify, bisa sampai 2 hari tidak perlu ngecas sama sekali.

Advertisement

Jadi buat yang sering WFC atau bawa laptop ke mana-mana, kamu bisa cukup pede tidak bawa charger karena tahu bakal awet seharian.

Desain dan Portabilitas

Bobotnya sekitar 1,29 kg, sedikit lebih berat dari M2, M3, dan M4 yang ada di 1,24 kg. Tapi menurutku bedanya tidak terlalu terasa. Desainnya fanless, tidak ada suara kipas sama sekali, senyap tapi tetap tidak panas untuk pemakaian harian.

Advertisement

Satu hal yang memang terlihat agak jadul dibanding generasi baru adalah bezel layarnya yang masih lebih tebal. Tapi buat aku pribadi, ini tidak terlalu mengganggu dari sisi kenyamanan kerja sehari-hari.

Ekosistem Apple

Karena aku juga pakai iPhone, integrasi ekosistem Apple ini kerasa banget manfaatnya. iCloud otomatis sinkron file, foto, catatan, dan kalender. Transfer file tinggal AirDrop. Kalau lagi browsing di Safari iPhone dan mau lanjut di MacBook, bisa langsung. Copy-paste juga nyambung lintas perangkat, teks yang dicopy di MacBook bisa langsung dipaste di iPhone.

AirPods-ku juga auto-switch antara MacBook dan iPhone sesuai yang lagi dipakai. Misalnya lagi nonton Netflix di MacBook, terus buka TikTok di iPhone, dia langsung pindah sendiri. Fitur ini berlaku di semua MacBook sih, bukan eksklusif M1, tapi tetap jadi salah satu hal yang bikin aku betah di ekosistem ini.

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Ada dua hal yang menurutku perlu masuk pertimbangan sebelum beli. Pertama, portnya hanya 2 USB-C dan semuanya ada di sisi kiri, tanpa MagSafe. Jadi kalau mau ngecas, colok monitor eksternal, dan sambungkan aksesori USB sekaligus, butuh dongle. Masalah dongle ini sebenarnya ada juga di M2, M3, dan M4, tapi tidak adanya MagSafe membuat M1 sedikit lebih kurang fleksibel. Dalam praktiknya sih aku ujung-ujungnya tetap pakai USB-C, jadi dampaknya tidak terlalu besar.

Advertisement

Kedua, webcam-nya masih 720p, sementara M2 ke atas sudah 1080p. Untuk video call saat meeting, hasilnya memang agak butek dibanding laptop yang lebih baru. Aku pribadi tidak terlalu mempermasalahkan ini, tapi kalau kamu sering tampil di video call profesional, ini perlu dipertimbangkan.

Kesimpulan: Masih Worth It?

Jawabannya balik lagi ke kebutuhan masing-masing. Kalau kamu pakainya untuk kerja office harian atau kuliah nugas biasa, MacBook Air M1 di harga 10 jutaan ini masih sangat worth it. Performa untuk pekerjaan ringan hingga menengah masih mumpuni, baterai masih bisa diandalkan, dan ekosistem Apple tetap menjadi nilai tambah yang konsisten.

Tapi kalau budget-mu memungkinkan dan kebutuhannya sudah menyentuh editing foto berat, video, atau rendering, lebih baik langsung ambil M3 sekalian atau varian Pro.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Advertisement
Advertisement
Advertisement