Highlight
Bestindotech- Apple Intelligence ternyata jadi biang kerok baterai boros: mematikannya mengubah screen on time dari 6-7 jam kembali ke 8-10 jam di iPhone 17 Pro Max.
- Vapor chamber pertama di iPhone, tapi di Android sudah ada sejak 9 tahun lalu di Galaxy S7, hadir di 17 Pro Series dan terbukti signifikan saat online meeting panjang.
- Telephoto turun dari 5x ke 4x tapi megapiksel naik dari 12MP ke 48MP, memungkinkan zoom optis efektif hingga 8x dengan detail yang jauh lebih baik.
iPhone 17 Pro Max dari luar kelihatan seperti iterasi biasa. Kamera masih di posisi yang sama, bodi masih terasa iPhone, dan orang di sebelah mungkin tidak sadar kalian sudah ganti HP. Tapi setelah sebulan pemakaian sebagai daily driver, termasuk sempat mencoba versi Pro selama seminggu sebelum akhirnya pindah ke Pro Max, ada beberapa perubahan yang lebih berarti dari yang terlihat, dan satu hal yang tidak terduga soal baterai yang perlu diketahui.
Konteks penting sebelum masuk ke review: perpindahan ke iPhone 17 Pro Max bukan dari Pro Max sebelumnya, melainkan dari Pro versi compact. Alasan utamanya adalah baterai yang tidak mencukupi untuk pemakaian harian berat. Ini menjadikan perbandingan antara keduanya bagian penting dari review ini.
Desain: Unibody, Aluminium, dan Perubahan yang Terasa di Tangan
iPhone 17 Pro Max menggunakan desain unibody aluminium, berbeda dari Titanium di iPhone 16 Pro Max. Secara visual perbedaannya tidak terlalu terlihat, tapi di tangan perbedaannya cukup terasa. Bobot terasa lebih balance dan merata dibanding 16 Pro Max yang bobotnya cenderung terasa di sisi frame-nya. Pertemuan antara frame dan bodi juga tidak setajam generasi Titanium atau Stainless Steel sebelumnya.
Warna Cosmic Orange yang dipilih memang mencolok dan ada yang bilang terlalu ramai, tapi secara tampilan ini memberikan identitas yang berbeda. Varian Silver lebih tone-down dan elegan. Untuk Blue, secara stok di pasaran terlihat masih banyak tersedia, kemungkinan karena banyak yang mengasosiasikannya dengan warna iPhone generasi sebelumnya.
Satu catatan soal durability: aluminium secara teori lebih rentan dibanding Titanium. Dalam pemakaian sebulan dengan case, tidak ada lecet yang berarti. Tapi untuk yang pernah menjatuhkan iPhone Titanium pun dan hasilnya penyok, intinya perangkat elektronik yang dense dan berat akan tetap bisa rusak kalau jatuh, apapun materialnya.
Performa: A19 Pro dan Vapor Chamber Pertama di iPhone
A19 Pro dengan fabrikasi 3nm generasi kedua hadir dengan RAM 12GB. Untuk pemakaian harian, perbedaan dibanding generasi sebelumnya tidak terlalu terasa secara subjektif karena iPhone 16 Pro Max pun sudah sangat kencang. Data benchmark menunjukkan peningkatan sekitar 10 hingga 12 persen di single dan multi core dibanding generasi sebelumnya.
Yang lebih terasa adalah vapor chamber, pertama kalinya digunakan Apple di iPhone 17 Pro Series. Perubahan nyatanya dirasakan saat online meeting panjang 30 hingga 40 menit: iPhone 16 Pro Max terasa panas, iPhone 17 Pro Max di kondisi yang sama terasa adem. Ini bukan perubahan kecil untuk yang sering rapat via video call.
Perlu dicatat bahwa vapor chamber di dunia Android sudah hadir sejak Samsung Galaxy S7, hampir 9 tahun lalu. Fakta bahwa Apple baru menggunakannya sekarang bisa dilihat dari dua sudut: terlambat, atau bukti bahwa optimalisasi software Apple selama ini sudah sedemikian efisiennya sehingga baru terasa perlu sekarang.
Kamera: Telephoto Turun Angka, Naik Kualitas
Perubahan paling signifikan ada di sistem kamera, terutama lensa telephoto. Angkanya turun dari 5x ke 4x, tapi megapiksel naik dari 12MP ke 48MP. Focal length 4x setara 100mm, sedikit lebih lebar dari 5x sebelumnya. Yang berubah signifikan adalah dengan sensor 48MP, iPhone bisa melakukan zoom efektif hingga 8x atau 200mm dengan kualitas detail yang jauh lebih baik karena crop dari resolusi tinggi. Zoom maksimalnya juga naik dari 25x ke 40x.
Untuk portrait dan foto jarak jauh, peningkatan ini nyata dan terasa. Kamera belakang secara keseluruhan kini lebih percaya diri dibandingkan kompetitor Android, terutama di rentang zoom yang selama ini menjadi kelemahan iPhone.
Kamera depan mendapat perubahan yang cukup fundamental. Center Stage kini menggunakan square sensor 1:1, menghasilkan tangkapan yang lebih lebar, detail yang lebih baik, dan low light yang lebih oke. Fitur auto-framing otomatis mengikuti pergerakan wajah ke kiri dan kanan. Saat butuh angle lebih lebar untuk foto bersama, mode horizontal bisa diaktifkan secara otomatis saat HP diputar.
Baterai: Ada Satu Hal yang Perlu Diketahui
iPhone 17 Pro Max secara spesifikasi naik sekitar 138mAh atau 3% dari sebelumnya, dengan klaim Apple video playback naik 10% ke 37 jam. Tapi dalam pengalaman awal pemakaian, screen on time justru terasa lebih pendek dibanding iPhone 16 Pro Max, hanya di 6 hingga 7 jam.
Setelah mencari informasi di forum, ditemukan bahwa banyak pengguna yang mengalami hal serupa dan solusinya adalah mematikan Apple Intelligence. Setelah dimatikan, screen on time kembali normal di 8 jam bahkan bisa mendekati 10 jam. Apple Intelligence tampaknya berjalan di latar dan mengonsumsi daya yang cukup signifikan, terutama di awal penggunaan.
Untuk iPhone 17 Pro versi compact, screen on time maksimal ada di 5 hingga 6 jam, dan saat pemakaian sangat berat bisa habis sebelum malam sehingga membutuhkan pengisian ulang via power bank. Ini menjadi alasan utama perpindahan ke Pro Max.
Layar: Anti-Reflective yang Akhirnya Ada
iPhone 17 Pro Max menggunakan Ceramic Shield 2 yang lebih tahan gores, dilengkapi dengan lapisan anti-reflective. Untuk yang sehari-hari bekerja di bawah lampu ruangan atau di outdoor, perbedaannya terasa langsung: layar tidak lagi memantulkan cahaya sebanyak sebelumnya, warna panel OLED terasa lebih keluar, dan pengalaman menonton konten multimedia jadi lebih imersif.
Ini adalah fitur yang sudah ada di Samsung S-series sejak beberapa generasi lalu, tapi ketika akhirnya hadir di iPhone rasanya tetap merupakan peningkatan yang nyata untuk penggunaan harian.
Kesimpulan: Upgrade atau Skip?
iPhone 17 Pro Max hadir dengan beberapa peningkatan yang benar-benar terasa: vapor chamber yang mengatasi masalah panas saat pemakaian intensif, telephoto yang kualitasnya naik signifikan meski angkanya turun, kamera depan dengan sensor baru yang lebih lebar dan detail, serta anti-reflective coating di layar. Semua ini tidak akan terlihat dalam satu foto perbandingan berdampingan, tapi terasa dalam pemakaian sehari-hari.
Untuk yang masih di iPhone 15 series ke bawah, upgrade ke sini terasa jelas dari data maupun pengalaman. Untuk yang dari iPhone 16 Pro Max, peningkatannya ada tapi tidak dramatis. Yang paling penting untuk diperhatikan: jika baterai terasa lebih boros dari ekspektasi, coba matikan Apple Intelligence terlebih dahulu sebelum menyimpulkan ada masalah. Itu bukan kerusakan, itu fitur yang konsumsi dayanya cukup tinggi di latar.
Comment