Highlight
Bestindotech- Vivo X300 Ultra menggunakan lensa utama 35mm berbeda dari standar 23-24mm, meniru sudut pandang mata manusia yang lebih realistis.
- Sensor kamera utama 200MP berukuran hampir 1 inci membuat camera bump sangat besar tapi mampu menangkap cahaya seperti kamera mirrorless.
- Fitur Pro Video hadir dengan interface mirip Blackmagic Camera lengkap dengan kontrol manual dan kemampuan zoom saat recording.
Untuk pengguna yang menunggu smartphone dengan kualitas kamera setara kamera profesional, momen ini mungkin sudah lama dinanti. Sebuah perangkat yang tidak hanya mengandalkan megapixel tinggi, tetapi benar-benar menghadirkan pengalaman fotografi yang berbeda dari smartphone pada umumnya.
Vivo X300 Ultra akhirnya resmi masuk Indonesia setelah pendahulunya, X200 Ultra, hanya tersedia di China. Kali ini, Vivo membawa seri Ultra ke pasar global termasuk Indonesia dengan beberapa peningkatan signifikan yang langsung terasa dari desain hingga performa kamera.
Desain dan Build Quality yang Premium

Hal pertama yang mencuri perhatian adalah camera bump yang sangat besar, bahkan bisa dipegang langsung. Ukuran ini bukan tanpa alasan. Sensor kamera utama berukuran hampir 1 inci membutuhkan ruang lebih besar, mirip dengan kamera full frame yang mampu menangkap cahaya lebih luas dan menghasilkan depth of field yang dalam.
Vivo X300 Ultra hadir dalam warna hijau pastel yang soft dengan material belakang yang menyerupai infused glass, mirip dengan yang pernah digunakan iPhone 15. Branding Vivo terlihat lebih minimalis dengan elemen kaca transparan yang memberikan kesan premium. Meski sayang jika dipasangi case, namun case silikon bawaan tetap tersedia dengan warna senada.
Spesifikasi Lengkap dan Peningkatan Performa

Di dalam, Vivo X300 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite dengan konfigurasi 16GB RAM dan 512GB storage, serta varian 1TB. Display menggunakan LTPO AMOLED dengan refresh rate 144Hz, naik dari generasi sebelumnya. Perlindungan Armor Glass dan rating IP68/69 melengkapi daya tahan perangkat
Baterai berkapasitas 6600 mAh, naik 600 mAh dari versi sebelumnya, dengan dukungan Vivo Flash Charge 100 Watt. Charger 100 Watt yang disertakan cukup compact dibanding charger Apple yang lebih besar, dan menggunakan USB Type-C yang memungkinkan penggunaan satu charger untuk laptop dan smartphone.
Software menggunakan Origin OS 6 berbasis Android 16 yang sudah dioptimasi untuk Indonesia. Berbeda dari versi China sebelumnya, kini sudah terintegrasi penuh dengan layanan Google dan mendukung eSIM untuk versi global.
Kamera 35mm: Pilihan Ekstrim yang Realistis
Keputusan Vivo menggunakan lensa utama 35mm sebagai focal length utama cukup ekstrim di industri smartphone. Sementara iPhone dan flagship Android lainnya menggunakan 23-24mm, Vivo memilih 35mm karena lebih mencerminkan sudut pandang mata manusia, menghasilkan foto yang lebih realistis dan natural.
Sensor utama 200MP berukuran 1/1,12 inci, hampir mencapai 1 inci, mampu menangkap cahaya lebih banyak seperti kamera full frame profesional. Lensa periscope juga menggunakan sensor 200MP, sedangkan ultrawide dan selfie camera masing-masing 50MP. Kombinasi ini menghasilkan kualitas foto setara kamera mirrorless dengan ketajaman dan depth of field yang mendalam.
Untuk mendapatkan focal length 24mm yang lebih familiar, pengguna harus menggunakan ultrawide camera dengan crop sensor, yang mengubah output dari 50MP menjadi 12MP. Meski secara image quality sedikit berkurang, hasilnya tetap sangat baik.
Software Kamera dengan Fitur Profesional

Origin OS menghadirkan antarmuka kamera yang lebih user-friendly dengan berbagai mode fotografi profesional. Fitur filter yang dapat disesuaikan manual memberikan kontrol lebih luas untuk tone warna sesuai selera, dengan opsi save setting untuk penggunaan berikutnya.
Mode Street Photography hadir dengan shutter response yang lebih cepat tanpa lag, ideal untuk candid photography. Portrait Video tersedia hingga resolusi 4K 60fps dengan dukungan LUT untuk look yang lebih cinematic.
Fitur paling menarik adalah Pro Video dengan interface Palm Cine Camera yang menyerupai Blackmagic Camera. Mode ini menghadirkan kontrol profesional dengan tombol-tombol dedicated, lock controls, dan kemampuan zoom seamless antar focal length selama recording. Video bisa direkam hingga 8K, meski terbatas pada lensa 35mm saja.
Experience Penggunaan dan Kekurangan

Setelah penggunaan beberapa hari, kualitas foto memang sudah mencapai level tertinggi smartphone. Hasil foto sangat tajam dengan bokeh yang dalam, bahkan bisa dibilang “kamera yang di dalamnya ada smartphone”. Namun, terkadang terdeteksi enhancement AI yang cukup agresif, yang sayangnya belum ada toggle untuk mematikannya.
Satu kekurangan adalah tidak adanya tombol shutter fisik atau shortcut button yang ada di Vivo X300 Pro. Ini menjadi missed opportunity untuk melengkapi pengalaman fotografi profesional.
Kabar baik datang dari fitur Quick Share yang kompatibel dengan AirDrop iPhone, memungkinkan transfer file langsung ke perangkat Apple untuk perbandingan hasil foto.
Pilihan yang Tepat untuk Mobile Photography Serius

Vivo X300 Ultra membawa pendekatan berbeda dalam mobile photography dengan lensa utama 35mm yang lebih natural. Meski membutuhkan adaptasi dari pengguna yang terbiasa dengan focal length lebih lebar, hasilnya memberikan perspektif yang lebih realistis sesuai penglihatan manusia. Dengan sensor hampir 1 inci dan fitur Pro Video yang lengkap, ini bukan sekadar smartphone dengan kamera bagus, tetapi tools fotografi serius yang kebetulan bisa telepon.





Comment