Highlight
Bestindotech- Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan Privacy Display, layar anti-ngintip tanpa tempered glass tambahan, langsung dari panel AMOLED.
- Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan heatsink 30% lebih baik, performa lebih stabil dan suhu lebih dingin.
- Galaxy AI makin canggih: Agentic Automation bisa jawab telepon otomatis, tersedia dalam Bahasa Indonesia.
Samsung baru saja resmi meluncurkan Galaxy S26 Series di Galaxy Unpacked 2026 yang digelar di San Francisco. Saya diundang langsung oleh Samsung untuk mencoba perangkat ini dari tangan pertama, dan setelah menghabiskan waktu bersama ketiganya, ada beberapa hal yang memang layak dibicarakan.
Sekilas, perbedaan antara S26 dan pendahulunya mungkin tidak terlihat dramatis. Tapi begitu mulai menyentuh detail per detail, ada sejumlah perubahan yang cukup terasa, terutama di varian Ultra. Dan satu fitur di antaranya, menurut saya, benar-benar bisa mengubah cara orang menggunakan layar smartphone di tempat umum.
Desain yang Akhirnya Bicara Satu Bahasa
Salah satu pergeseran yang paling mudah dirasakan secara visual adalah bagaimana Samsung memutuskan untuk menyeragamkan tampilan di seluruh lini S26. Sebelumnya, varian Ultra punya identitas desain yang cukup berbeda, lebih boxy dan lebih mencolok dalam genggaman. Kini ketiganya berbagi estetika yang sama: lebih ramping, lebih tipis, dan lebih selaras satu sama lain.
Samsung juga memperkenalkan satu warna baru yang langsung mencuri perhatian: Cobalt Violet. Perpaduan ungu dalam yang tampak premium dan cukup berani tanpa terkesan berlebihan.
Satu hal yang jujur harus saya akui: S26 Ultra generasi sebelumnya punya ciri khas tersendiri, besar, mengkotak, dan lebar, yang membuatnya tampil berbeda dari HP Samsung lainnya. Kini kesan itu sudah tidak terlalu kuat. Apakah ini lebih baik? Soal selera.
Galaxy S26: Kecil Tapi Serius
Saya sangat tertarik dengan varian reguler tahun ini, dan ternyata memang ada alasannya. Galaxy S26 versi standar datang dengan upgrade yang cukup padat. Dimensinya naik sedikit, layar bertambah 0,1 inci, dan baterai meningkat dari 4.000 menjadi 4.300 mAh. Kecil? Ya. Tapi berarti? Lumayan.
Yang paling menarik perhatian saya adalah chipset-nya. Samsung kembali mengandalkan Exynos untuk varian reguler dan Plus, tapi bukan Exynos sembarangan. Exynos 2600 hadir dengan fabrikasi 2nm, menjadikannya salah satu chipset pertama di industri yang menggunakan node sekecil itu. Seberapa besar dampaknya terhadap performa dan efisiensi daya? Itu yang akan kita uji lebih lanjut dalam review penuh nanti.
Satu catatan: layar kini dilindungi Gorilla Glass Armor 2, setara dengan yang ada di varian Ultra. Sayangnya, lapisan anti-reflective coating tidak ikut turun ke varian reguler dan Plus, jadi pantulan cahaya masih akan terasa.
Galaxy S26 Plus: Di Tengah, Tapi Agak Bingung
Terus terang, S26 Plus tahun ini terasa seperti varian yang sedikit kehilangan identitas. Secara spesifikasi, hampir semua yang ada di sini sudah ada di tahun lalu. Perubahan utamanya hanya pada desain yang kini selaras dengan lini lainnya, dan pemakaian Exynos 2600 yang sama dengan versi reguler. Baterai, storage, semuanya identik.
Yang membuat posisinya makin kabur adalah kabar bahwa Samsung juga akan merilis S26 Edge, yang ukurannya diklaim kurang lebih setara dengan Plus. Kalau sudah begitu, untuk siapa sebenarnya Plus ini? Pertanyaan yang saya rasa Samsung sendiri mungkin sedang menjawabnya.
Galaxy S26 Ultra: Bintang yang Memang Layak Disebut Bintang
Dan ini dia yang paling ditunggu. S26 Ultra datang dengan sejumlah upgrade yang mungkin tidak semua langsung terlihat di atas kertas, tapi terasa nyata saat dipegang dan dicoba langsung.
Privacy Display: Fitur yang Bukan Sekadar Gimmick

Fitur yang paling langsung mencuri perhatian saya adalah Privacy Display. Namanya memang terdengar sederhana, tapi cara kerjanya cukup inovatif. Tidak ada lapisan anti-spy fisik di sini. Fitur ini bekerja dari dalam panel AMOLED itu sendiri, lewat kontrol pixel yang membuat cahaya hanya dipancarkan ke arah depan. Akibatnya, siapapun yang mencoba mengintip layar dari samping hanya akan melihat layar yang gelap.
Bagi saya yang tidak suka memakai tempered glass anti-spy karena biasanya membuat tampilan layar jadi lebih gelap dan berbintik, ini adalah jawaban yang sudah lama saya tunggu. Fiturnya bersifat dinamis dan bisa diaktifkan kapan saja dibutuhkan, misalnya saat membuka aplikasi perbankan di kereta, mengecek portofolio saham di busway, atau sekadar menjaga privasi percakapan di ruang publik. Tidak ada kompromi kualitas layar ketika tidak dipakai.
Kamera: Peningkatan yang Terasa di Detail
Di sisi kamera, perubahannya terasa lebih subtle tapi tetap bermakna. Sensor utama 200MP dengan focal length 24mm kini hadir dengan aperture f/1.4, naik dari f/1.7 di generasi sebelumnya. Angka ini berarti bukaan lensa yang lebih besar dan lebih banyak cahaya yang masuk, yang secara langsung berdampak pada kualitas foto malam hari.
Kamera periskop telephoto 50MP juga mengalami perombakan fisik: bentuk lensanya berubah dari kotak menjadi bulat, mengikuti tren yang sudah dilakukan iPhone, dengan aperture yang membaik dari f/3.4 ke f/2.8. Sementara 3x telephoto 10MP, ultrawide 50MP, dan selfie 12MP tidak mengalami perubahan.
Ada juga satu fitur baru di bagian video yang layak disebut: Horizon Lock. Fitur ini mempertahankan garis horizontal agar tidak goyang saat kamera bergerak, semacam upgrade dari fitur Super Steady yang sudah ada, tapi kini lebih menyerupai apa yang biasa kita temukan di action cam. Berguna banget untuk yang suka merekam sambil lari atau bergerak aktif.
Feel Genggaman dan Catatan soal S Pen
Desain yang lebih ramping dan tipis membuat feel genggaman S26 Ultra terasa lebih nyaman secara keseluruhan. Satu catatan kecil soal S Pen: posisi slot-nya kini lebih dekat ke sisi lengkung frame, jadi penting untuk memasukkannya dengan orientasi yang benar. Kalau terbalik, ujung S Pen akan sedikit menonjol keluar.
Baterai: Keputusan yang Masih Jadi Pertanyaan
Satu hal yang bisa dibilang kontroversial: baterai S26 Ultra tidak berubah, masih di angka 5.000 mAh. Di saat kompetitor sudah mulai menggunakan teknologi Silicon Carbon dengan kapasitas 6.500 hingga 7.000 mAh yang bisa bertahan dua hari penuh, Samsung memilih stagnan. Bahkan iPhone saja kini hadir dengan baterai lebih dari 5.000 mAh.
Kemungkinan ini bukan soal kemampuan, melainkan soal keberanian mengambil risiko. Bayangan Galaxy Note 7 sepertinya masih membayangi ruang keputusan Samsung. Saat menjual jutaan unit untuk lini flagship, kehati-hatian itu bisa dimengerti. Yang jelas, S26 Ultra masih cukup untuk satu hari penuh, tapi tidak lebih dari itu. Habis sehari, harus dicharge lagi.
Kabar baiknya, pengisian daya kini lebih cepat dengan Super Fast Charging 3.0 yang mendukung kecepatan hingga 65 Watt.
Performa: Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Pendinginan Lebih Baik
Soal performa, S26 Ultra menjadi satu-satunya varian yang menggunakan Snapdragon, lebih tepatnya Snapdragon 8 Elite Gen 5. Yang menarik, Samsung juga meningkatkan sistem pendinginan dengan heatsink yang diklaim memiliki kemampuan heat dissipation 30% lebih baik dari generasi sebelumnya. Bagi yang selama ini merasa S25 Ultra terasa hangat saat dipacu, ini kabar yang cukup melegakan.
Galaxy AI: Samsung Tidak Mau Disebut Smartphone Lagi
Samsung secara tegas ingin S26 Series dikenal bukan sebagai smartphone, melainkan sebagai AI Phone. Dan mereka punya sejumlah pembaruan di Galaxy AI untuk mendukung klaim itu.
Ada Restyle Foto yang memungkinkan pengguna mengubah style sebuah foto menjadi berbagai art style. Ada Agentic Automation, di mana AI bisa menjawab telepon yang masuk secara otomatis dan menanyakan keperluan si penelepon, dan ini dikonfirmasi akan tersedia dalam Bahasa Indonesia. Circle to Search kini masuk versi 3.0 dengan respons yang lebih holistik dan lebih sadar konteks personal.
Yang paling unik mungkin adalah Now Nudge, fitur yang muncul di atas keyboard secara kontekstual untuk membantu pengguna berdasarkan apa yang sedang mereka lakukan di HP. Tingkatannya satu level di atas Now Brief, lebih personal dan lebih proaktif.
Dan untuk urusan LLM, pengguna kini bebas memilih antara ChatGPT, Gemini, atau Perplexity. Semuanya dikelola melalui Bixby yang, setelah sempat terasa tenggelam, kini kembali dengan peran baru sebagai orkestrator AI.
Galaxy Buds 4 Pro: Enteng, Nyaman, dan Lebih Pintar
Bersamaan dengan S26 Series, Samsung juga meluncurkan Galaxy Buds 4 dan Galaxy Buds 4 Pro. Saya hanya sempat mencoba yang Pro karena waktu yang terbatas, tapi kesan pertamanya cukup positif.
Yang paling langsung terasa adalah bobotnya, lebih ringan dan lebih slim dari generasi sebelumnya. Begitu dipasang, telinganya langsung bilang terima kasih. Samsung menambahkan gesture control baru, di mana pengguna bisa mengangkat telepon cukup dengan gerakan kepala, membaca notifikasi, hingga mengatur volume.
Ada juga mode adaptif yang secara otomatis menyesuaikan output suara berdasarkan lingkungan sekitar, bukan sekadar transparency mode biasa. Dan Auto Conversation Awareness yang akan mengecilkan volume secara otomatis ketika seseorang mulai berbicara kepada kamu.
Noise cancelling terasa oke dari pengujian singkat yang saya lakukan. Soal kualitas audio secara menyeluruh, itu butuh waktu lebih lama untuk dinilai secara adil. Desain casing juga berubah: dari posisi berdiri menjadi tidur, lebih mudah dan praktis saat keluar-masuk. Untuk warna, tersedia hitam dan putih, plus warna eksklusif online yaitu Pink.
Harga dan Pre-Order di Indonesia
Samsung Indonesia telah mengumumkan harga resmi Galaxy S26 Series. Ada kenaikan harga dibanding generasi sebelumnya, seiring dengan naiknya harga komponen di tengah AI Boom yang sedang terjadi.
Namun selama masa pre-order, Samsung menawarkan sejumlah benefit yang cukup menarik: free double storage senilai hingga Rp 4,5 juta, cashback bank hingga Rp 2 juta, serta free casing untuk Samsung Member yang sudah terdaftar.
Untuk yang memesan di batch pertama yang dibuka mulai tanggal 26, pengiriman diperkirakan tiba sekitar tanggal 5, kemungkinan bisa sampai sebelum Lebaran. Dan satu hal yang patut dicatat: S26 Series adalah satu-satunya lini Samsung saat ini yang dilindungi Samsung Global Warranty. Artinya, kalau HP bermasalah saat sedang di luar negeri, klaim tetap bisa dilakukan.
Kesimpulan
Galaxy S26 Ultra tidak hadir dengan perombakan total, tapi itupun rasanya memang bukan yang dibutuhkan. Yang Samsung lakukan adalah mengidentifikasi titik-titik yang perlu diperkuat, lalu mengeksekusinya dengan cukup baik. Privacy Display adalah fitur yang menurut saya bukan sekadar gimmick, ini sesuatu yang akan benar-benar dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan peningkatan aperture kamera, Horizon Lock, dan sistem pendinginan yang lebih baik.
Satu-satunya hal yang masih mengganjal adalah baterai yang tidak beranjak dari 5.000 mAh, sebuah keputusan yang terasa semakin sulit dipertahankan di tengah persaingan yang makin sengit. Tapi untuk keseluruhan paket yang ditawarkan, S26 Ultra tetap salah satu flagship Android yang paling layak dipertimbangkan saat ini. Review penuh segera menyusul.
Comment