Advertisement

Review TECNO Camon 50 Series: Kamera Sebagus Apa, dan Mana yang Lebih Worth It?

Review TECNO Camon 50 Series: Kamera Sebagus Apa, dan Mana yang Lebih Worth It?

Highlight

Bestindotech
  • Camon 50 Pro punya telephoto 50MP 3x optical zoom, sementara Camon 50 reguler hanya bisa digital zoom 2x.
  • Perbedaan chipset terasa nyata: Camon 50 Pro satset dan responsif, Camon 50 butuh jeda processing bahkan saat buka galeri.
  • Fitur AI kamera HiOS 16 mengejutkan: dari AI Art Gallery bergaya Van Gogh sampai AIGC Portrait yang bisa ubah penampilan subjek foto.
Advertisement
Advertisement

TECNO Camon 40 tahun lalu berhasil masuk 100 besar DxOMark, sesuatu yang tidak banyak orang ekspektasikan dari brand di segmen ini. Camon 50 Series hadir sebagai penerusnya dengan dua varian yang lebih terdefinisi peruntukannya: Camon 50 4G yang fokus ke kamera dengan karakter warna vibrant, dan Camon 50 Pro 5G yang menambahkan lensa telephoto optis dan chipset yang jauh lebih bertenaga.

Bestindotech menguji kedua unit langsung di lapangan dari siang sampai malam, membandingkan hasil foto side-by-side, sekaligus menelusuri fitur-fitur HiOS 16 yang dibawa keduanya.

Setup Kamera: Di Sini Letak Perbedaan Terbesarnya

Camon 50 4G hadir dengan dua kamera belakang: main camera 50MP Sony LYTIA 700C, sensor yang sama dengan Camon 40, dan ultrawide 8MP. Kamera selfie-nya 32MP.

Camon 50 Pro 5G menambahkan satu lensa lagi: telephoto 50MP dengan 3x optical zoom. Kamera selfie-nya juga berbeda, naik ke 50MP dengan tangkapan yang lebih lebar dibanding versi reguler.

Hasil Foto: Side-by-Side di Lapangan

Dengan sensor utama yang identik, perbedaan karakter warna antar keduanya cukup terasa. Camon 50 Pro cenderung menghasilkan warna yang lebih natural dan mendekati kondisi asli, sementara Camon 50 reguler lebih agresif menaikkan vibrance dan kontras. Untuk foto makanan misalnya, hasil Camon 50 terasa lebih menggoda karena warnanya lebih pop.

Advertisement

Di kondisi remang, Camon 50 Pro memberikan eksposur dan temperatur warna yang lebih pas. Di Portrait Mode, Camon 50 Pro menghaluskan dan mencerahkan wajah subjek, sementara Camon 50 justru menaikkan tekstur kulit yang membuat bintik-bintik lebih terlihat saat di-zoom.

Lensa telephoto 3x Camon 50 Pro langsung menjadi andalan saat hunting foto. Foto bunga di 3x terasa lebih sinematik dengan bokeh yang dalam, dan foto arsitektur menunjukkan dynamic range yang lebih luas dengan detail yang lebih berasa. Di kondisi gelap pun lensa telephoto ini masih bisa diandalkan. Camon 50 yang tidak punya lensa tele harus mengandalkan digital zoom 2x sebagai gantinya.

Untuk ultrawide, keduanya menghasilkan hasil yang cukup setara. Namun di kondisi indoor yang remang, Camon 50 mengambil eksposur lebih rendah dengan temperatur warna yang lebih warm. Di selfie, Camon 50 Pro menangkap detail wajah lebih baik dengan skin tone yang lebih menarik dan background yang lebih terdefinisi.

Fitur AI Kamera: Lebih Dalam dari Ekspektasi

Fitur AI Art Gallery HiOS 16 mengubah foto biasa menjadi karya seni bergaya Picasso

HiOS 16 membawa fitur AI kamera yang cukup mengejutkan untuk kelas harganya. AI Art Gallery memungkinkan foto diubah menjadi karya seni bergaya pelukis tertentu seperti Van Gogh atau Claude Monet langsung dari kamera. Kuota generate-nya dibatasi 25 kali per hari.

Ada juga AIGC Portrait di mana wajah seseorang difoto lalu di-generate ulang dengan gaya rambut atau pakaian yang berbeda, mulai dari tampilan kasual hingga gaya idol K-pop. Fitur ini tersedia langsung dari menu kamera dan bisa diakses juga dari galeri.

Advertisement

Performa: Perbedaan yang Terasa Nyata di Lapangan

Camon 50 Pro 5G unggul jauh di AnTuTu dengan skor 918 ribu vs 565 ribu di Camon 50 4G

Camon 50 Pro menggunakan Dimensity 7400 Ultimate dengan skor AnTuTu 11 sekitar 918 ribu poin. Camon 50 menggunakan Helio G200 Ultimate dengan skor 565 ribu poin. Perbedaan ini bukan sekadar angka benchmark karena dampaknya langsung terasa saat dipakai.

Advertisement

Camon 50 Pro responsif, satset, dan tidak ada jeda berarti saat berpindah lensa atau membuka galeri. Camon 50 reguler membutuhkan waktu processing setelah menjepret foto, dan bahkan membuka galeri pun perlu menunggu preview loading sebentar. Untuk gaya motret yang cepat dan banyak momen, ini bisa cukup mengganggu.

Layar, Desain, dan Baterai

Keduanya menggunakan layar AMOLED 6,78 inci 144Hz. Perbedaannya ada di bentuk layar: Camon 50 Pro menggunakan curved screen, sementara Camon 50 flat screen. Untuk HDR, hanya Camon 50 Pro yang menampilkan badge HDR di YouTube. Keduanya tidak kompatibel dengan HDR di Netflix.

Dari sisi desain, keduanya membawa corak garis khas TECNO di bagian belakang yang disebut Swan Inspired, tersedia dalam tiga warna: hijau, silver, dan hitam. Bodinya sedikit lebih lebar dari Camon 40, tapi Camon 50 Pro terasa lebih nyaman di genggaman karena sisi yang melengkung.

Baterai keduanya identik di 6.500 mAh dengan charging 45W. Dalam pengujian hunting foto dari siang sampai malam, baterai masih bersisa. TECNO mengklaim ketahanan lebih dari 2 hari berdasarkan sertifikasi TUV SUD.

Fitur Software Menarik di HiOS 16

Depth Effect Homescreen HiOS 16 menghadirkan efek 3D di homescreen

Ada beberapa fitur di HiOS 16 yang layak disebut. Depth Effect Homescreen menghadirkan efek 3D di homescreen di mana ikon dan folder aplikasi terasa berlapis. Instant Transfer memudahkan transfer data ke perangkat Apple seperti iPhone, MacBook, dan iPad. NFC bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kartu akses apartemen atau kantor.

One Tap Button di sisi kiri kini defaultnya mengarah ke Flash Memo, sebuah fitur catatan cepat untuk menyimpan ide atau merekam suara, mirip konsep Mind Space milik OPPO. Di bagian belakang ada lampu indikator yang bisa dipakai untuk notifikasi charging atau sebagai penanda saat merekam video, berguna untuk memberi tahu orang lain bahwa mereka sedang direkam.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Worth It?

TECNO Camon 50 Pro 5G tersedia mulai Rp5.499.000 untuk varian 8/256GB

Camon 50 Pro 5G mulai di Rp5,5 juta dan layak dipertimbangkan serius bagi yang mencari HP untuk pemakaian jangka panjang dengan fokus pada fotografi. Lensa telephoto optis 3x mengubah cara kerja motret secara nyata, chipset Dimensity 7400 membuat semua fitur berjalan mulus, dan layar AMOLED curved-nya memberikan tampilan yang lebih premium. Kenaikan harga dari seri sebelumnya masih bisa dijustifikasi dengan peningkatan yang ditawarkan.

Camon 50 4G mulai di Rp3,6 juta dan cocok bagi yang menginginkan kamera dengan karakter warna vibrant yang siap posting tanpa banyak editing, serta interface HiOS 16 yang fun untuk pemakaian harian. Keterbatasannya ada di performa chipset yang mulai terasa saat digunakan untuk fotografi aktif, dan absennya lensa telephoto optis. Untuk aktivitas ringan seperti chatting dan sosial media, performa ini masih memadai.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Advertisement
Advertisement
Advertisement