Highlight
Bestindotech- HP lipat yang tidak manja: engsel pakem, bobot sekitar 200-an gram, dan sudah diuji jatuh dari 1,5 meter tanpa casing.
- Layar dalam hampir persegi yang terasa lebih natural dari yang dibayangkan, untuk baca, multitasking, sampai split screen.
- Kamera yang mengejutkan untuk ukuran HP lipat: Dynamic Range 17.5 EV dan True 2 Color 2.0 menghasilkan foto yang akurat di semua lensa.
HP foldable selalu terdengar menarik di atas kertas, tapi pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah nyaman dipakai harian? Apakah cukup tahan banting? Dan apakah ukurannya yang berbeda dari HP biasa justru jadi beban atau nilai tambah? Saya coba jawab semua itu lewat pemakaian langsung Huawei Mate X7, generasi terbaru dari Mate X series yang sudah resmi hadir di Indonesia.
Ini pertama kalinya saya benar-benar pakai HP foldable untuk keseharian, dan jujur, rasanya campuran antara canggung dan excited secara bersamaan. Tapi setelah beberapa waktu dipakai, ada hal-hal yang bikin saya cukup terkejut, dalam artian yang positif.
Desain dan Engsel: Solid, Pakem, dan Terasa Premium
Hal pertama yang langsung terasa saat pegang HP lipat adalah cara kerja lipatnya itu sendiri. Tangan otomatis pengen buka tutup terus. Ada rasa premium yang berasa banget, terutama dari suara dan feel engselnya yang pakem. Engselnya kuat dan bisa berhenti di posisi apa pun.
Bagian sisi curve-nya juga membantu grip saat buka tutup HP, karena ada celah kecil di sana yang memudahkan jari masuk. Dalam kondisi terlipat, feel genggamannya ternyata tidak beda jauh dari HP biasa dari segi bentuk dan bobot. Beratnya sekitar 200-an gram, termasuk tipis untuk ukuran foldable, dan tidak butuh adaptasi yang berarti.
Soal warna, Mate X7 hadir dalam pilihan Nebula Red yang cukup striking. Desain frame kameranya disebut Huawei sebagai Time Portal, dan kesan mewahnya terasa kental. Tapi kalau soal selera pribadi, pilihan warna timeless seperti putih atau hitam mungkin terasa lebih elegan.
Durability yang Tidak Perlu Diragukan
Satu concern besar soal HP lipat biasanya adalah daya tahannya, karena ada banyak moving parts. Tapi Huawei memang sudah melakukan berbagai tes ekstrim untuk Mate X series, termasuk menggantungkan motor di layar dalam Mate X6 dan tes screen bend di Mate XT.
Dalam pengujian yang kami lakukan sendiri, HP dijatuhkan ke lantai dari ketinggian 1,5 meter dalam kondisi terlipat dan 1,2 meter dalam kondisi terbuka, dipentok layar depannya pakai kunci, sampai diceburin ke kolam renang. Hasilnya? Tetap sehat. Legit bandel.
Bonus menarik dari Huawei: casing dengan rotating stand sudah termasuk dalam box pembelian. Stand ini bisa menyangga HP dalam posisi terlipat maupun terbuka, desainnya seamless dan menyatu baik secara estetika.
Layar: Dua Mode, Satu Pengalaman yang Berbeda
Ini yang tidak pernah saya dapatkan dari HP batangan sebelumnya. Dalam kondisi terlipat, HPnya memang agak memanjang sehingga perlu dua tangan untuk menjangkau area atas layar. Tapi ketika dibuka, rasio layar dalamnya hampir berbentuk persegi, mirip rasio buku.
Rasio itu terasa sangat natural untuk baca novel atau e-book. Atau kalau mau, layar besar ini juga bisa dimanfaatkan untuk trading, baca dokumen sambil split kiri-kanan, dan berbagai skenario multitasking lainnya.
Kedua layarnya menggunakan OLED LTPO 120Hz. Layar depan memiliki peak brightness 3000 nits, sementara layar dalam di 2500 nits. Selama dipakai outdoor, layarnya selalu terasa cukup terang. Bahkan di kondisi remang sekalipun, ada e-book mode yang bisa diaktifkan agar tampilan berubah menjadi hitam-putih dan lebih nyaman di mata.
Kamera: Lebih dari yang Saya Ekspektasikan
Kalau ada satu hal yang paling bikin saya terheran-heran dari Mate X7, itu adalah kameranya. Terutama di bagian telephoto.
Setup kamera belakangnya terdiri dari tiga lensa: kamera utama 50MP Ultra Lighting HDR dengan adjustable aperture dan Dynamic Range 17.5 EV, kamera telephoto 50MP dengan 3.5x optical zoom, serta ultrawide 40MP dengan focal length 13mm. Ini juga pertama kalinya Huawei memasukkan True 2 Color Kamera 2.0 ke HP lipat mereka, yang diklaim meningkatkan akurasi warna hingga 43% dibandingkan sebelumnya.
Dari hasil foto harian yang sudah saya jepret langsung: di kondisi terang maupun remang, kamera utama menghasilkan foto yang natural tanpa terkesan terlalu diolah. Foto subjek backlight tetap terasa balance. Di kondisi gelap dengan banyak cahaya sekitar, minim glare dan ghosting.
Di lensa 3.5x, macro shot dan portrait tampil dengan warna dan detail yang akurat. Saya coba sampai 10x digital zoom untuk foto bunga kecil, dan hasilnya tetap jelas. Sementara di ultrawide, foto landscape maupun arsitektur tampil luas tanpa distorsi yang mengganggu.
Keunggulan Unik untuk Video
Satu hal menarik soal perekaman video: saat menggunakan kamera belakang untuk selfie atau vlogging, layar depan bisa dijadikan preview. Jadi kita bisa melihat frame sendiri sambil merekam pakai kamera utama. Mengingatkan saya pada mirrorless yang layarnya bisa diputar.
Untuk perekaman dengan kamera belakang, bisa hingga 4K60 di ultrawide. Sementara kamera selfie di layar depan mentok di 30fps.
Ada juga dua fitur AI yang menarik di sisi foto: AI Remove untuk menghapus objek dari foto dengan hasil yang rapi, dan AI Best Expression untuk memastikan ekspresi wajah di foto bareng selalu bagus, bisa diganti per orang lewat menu AI Retouch.
Penggunaan Harian: Serasa Punya Dua Perangkat Sekaligus
Inilah yang paling terasa saat pakai Mate X7 sehari-hari: rasanya seperti punya HP Huawei di bagian depan dan tablet Huawei di bagian dalam, dalam satu genggaman.
Fitur Live Multitasking hadir di sini, memungkinkan kita membuka tiga aplikasi sekaligus di layar dalam. Cukup drag and drop aplikasi yang ingin dibuka. Untuk yang suka mengetik sambil melihat layar besar, posisi setengah buka seperti laptop juga bisa digunakan, walau saya pribadi lebih suka pakai keyboard Bluetooth terpisah dan menyandarkan HP dengan stand bawaannya.
Ketersediaan aplikasi di Huawei AppGallery juga sudah cukup lengkap untuk kebutuhan harian, mulai dari mobile banking, Google Apps, aplikasi produktivitas, hingga olahraga.
Ada dua fitur tambahan yang cukup berguna: AI Gesture Control untuk scroll layar tanpa menyentuh, dan AI Privacy yang secara otomatis menyembunyikan notifikasi saat ada orang lain yang mengintip.
Soal performa, unit yang saya gunakan hadir dengan RAM 16GB dan storage 512GB. Multitasking terasa seamless dan tidak ada hambatan berarti.
Baterai dan Pengisian Daya
Mate X7 hadir dengan kapasitas baterai 5600 mAh, 9% lebih besar dari generasi sebelumnya. Saat dipakai untuk hunting foto seharian, baterai tahan dari pagi sampai sore. Huawei mengklaim ketahanan hingga 11 jam pemakaian.
Untuk pengisian, tersedia 66W Super Charge dan 50W Wireless Super Charge.
Harga, Bonus Pembelian, dan After Sales
Huawei Mate X7 resmi dijual seharga Rp 27 juta dan mulai tersedia di Indonesia pada 5 Maret 2026. Setiap pembelian disertai gift senilai Rp 13,1 juta, yang mencakup Huawei Watch GT 5 Pro, cashback bank hingga Rp 5 juta, trade-in cashback Rp 1,5 juta, screen insurance senilai Rp 2,6 juta, hingga cashback Tiket.com Rp 300 ribu. Tersedia juga cicilan 0% selama 24 bulan.
Untuk after sales, pengguna mendapat layanan Care Plus termasuk perlindungan layar 1 tahun 1 kali, garansi wilayah Asia Pasifik, layanan perawatan proaktif 1-on-1, dan layanan prioritas.
Kesimpulan
Masuk ke dunia HP lipat untuk pertama kali memang butuh sedikit adaptasi. Tapi tidak lama. Yang awalnya membingungkan soal fungsi layar depan dan dalam, setelah dieksplor ternyata keduanya punya peran yang saling melengkapi.
Layar dalam terasa ideal untuk multitasking dan baca konten panjang. Kamera, terutama di bagian telephoto dan kamera utama, memberikan hasil yang melebihi ekspektasi untuk sebuah HP foldable. Durabilitynya juga tidak perlu diragukan.
Huawei Mate X7 adalah perangkat yang mengemas banyak teknologi baru dalam satu form factor. Review lengkap segera menyusul.
Comment