Highlight
Bestindotech- Mate Series kembali ke Indonesia setelah absen sejak 2019-2020, dan Huawei membawa Mate 80 Pro sebagai seri bestseller dari lineup Mate 80.
- Kamera dengan True 2 Color 2.0 dan Variable Aperture menghasilkan foto yang natural dan true to life, termasuk macro shot dari jarak 5cm dengan detail yang tajam.
- Face ID di Mate 80 Pro pakai teknologi 3D ToF dengan security level finansial, dan saat ini di Indonesia cuma ada Huawei dan iPhone yang punya sistem ini.
Ada HP yang datang sebagai iterasi rutin, ada yang datang dengan sesuatu untuk dibuktikan. Mate 80 Pro masuk kategori kedua. Bukan karena spesifikasinya yang panjang, tapi karena konteksnya: ini adalah kembalinya Mate Number Series ke Indonesia setelah lebih dari lima tahun absen. Sejak 2019-2020, nama Mate di pasar Indonesia hanya jadi nostalgia. Sampai sekarang.
Huawei Indonesia membawa Mate 80 Pro sebagai pilihan utama dari lineup Mate 80 series, yang sebenarnya juga ada versi regular dan Pro Max. Kami menghabiskan waktu bersama HP ini untuk menjawab pertanyaan yang paling penting: apakah comebacknya sepadan dengan penantian?
Desain yang Punya Karakter Sendiri

Kesan pertama memegang Mate 80 Pro adalah beratnya yang terasa tepat. Di 219 gram, ini bukan HP ringan, tapi bobotnya justru memberikan feel mantap di tangan, bukan membebani. Material bodi belakang dan sisinya terasa premium secara langsung, dan pilihan warna Gold yang kami gunakan memperkuat kesan old money yang cukup khas.
Satu detail desain yang menarik perhatian adalah aksen di bagian tengah bodi yang berbentuk dua lingkaran bersatu. Huawei menyebutnya Iconic Dual Space Rings Design, representasi visual dari angka 80 yang menjadi nama serinya. Bukan sekadar ornamen, tapi ada narasi di baliknya. Selain Gold, tersedia juga Green yang lebih eye-catching, dan Black untuk tampilan yang lebih timeless.
Soal durabilitas, pengujian yang dilakukan cukup ekstrim: dijatuhkan ke lantai keramik, didudukin, sampai diceburkan ke kolam renang. Hasilnya tetap aman. Sertifikasi IP68 dan IP69 bukan klaim di atas kertas, dengan batas ketahanan suhu hingga 80 derajat Celcius. Huawei sendiri mengklaim telah menguji HP ini di kondisi yang jauh lebih keras dari itu: dari diguncang dengan mobil, masuk mesin cuci, direbus, kena high pressure water jet, hingga ruangan minus 20 derajat Celcius.
Kamera: Natural, dan Menyenangkan untuk Dieksplorasi
Kalau ada satu aspek yang paling bikin penasaran dari Mate 80 Pro, itu kameranya. Huawei datang dengan teknologi True 2 Color 2.0 dan Ultra Lighting Camera, dengan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan HP: bukan memaksimalkan vibransi atau kontras, tapi menghasilkan warna yang mendekati kondisi asli.
Setup kamera belakangnya terdiri dari tiga lensa: kamera utama Ultra Lighting 50MP dengan sensor 1×1.28 inci berformat RYYB, telephoto Ultra Lighting Macro 48MP dengan 4x optical zoom, dan ultrawide 40MP dengan focal length 13mm. Selfie menggunakan lensa 13MP yang lebar.
Di kamera utama, hasilnya tajam dengan warna yang tidak dibuat-buat. Di kondisi low light dengan pencahayaan kompleks, karakter naturalnya tetap dipertahankan, dan justru ini yang memberi ruang untuk mengolah foto sesuai selera tanpa harus melawan hasil yang sudah terlalu diproses.
Yang paling menarik untuk dieksplorasi adalah lensa telephoto-nya. Dengan kemampuan macro dari jarak 5 sentimeter, detail-detail kecil yang biasanya tidak terlihat dengan mata biasa bisa terdefinisi dengan jelas. Portrait di lensa ini menghasilkan skin tone yang akurat dengan detail yang tajam. Ultrawide-nya juga solid: tangkapan lebar dengan dynamic range yang baik dan distorsi yang terkendali di ujung-ujung lensa.
Satu fitur yang layak dicoba adalah Variable Aperture, yang memungkinkan kontrol manual atas intensitas efek bokeh, dari yang ringan hingga pekat. Untuk yang suka bereksperimen dengan depth of field, ini adalah kontrol yang jarang tersedia di HP. Ada juga AI Composition yang memberikan panduan framing otomatis saat memotret, berguna terutama saat difoto oleh orang lain. Fitur ini bekerja tanpa koneksi internet.
Untuk video, HP ini mendukung resolusi 4K60 di kamera selfie maupun rear, dengan selfie yang cukup lebar bahkan di jarak normal.
Performa Harian dan Layar yang Terang

Untuk pemakaian sehari-hari, Mate 80 Pro memberikan pengalaman yang lancar dari scrolling media sosial hingga perpindahan antar aplikasi. Storage yang dibawa ke Indonesia adalah 16GB RAM dengan 512GB internal, cukup untuk pemakaian jangka panjang empat sampai lima tahun tanpa harus sering membersihkan.
Di sisi gaming, PUBG M dan Mobile Legends berjalan lancar dan HP tetap terasa adem. Huawei menggunakan sistem pendingin yang mereka sebut Industries First Super Cool Dual Phase Change Heat Dissipation, dan dari pengujian singkat, klaim tersebut tidak terasa berlebihan.
Layarnya berukuran 6,75 inci dengan refresh rate 120Hz dan dilapisi Kunlun Glass generasi kedua. Tampilannya terang dan nyaman dipakai di luar ruangan. Yang menarik di bagian depan adalah punch hole dengan tiga bulatan, yang bukan sekadar estetika, melainkan sistem Face ID 3D ToF milik Huawei dengan security level finansial. Di Indonesia saat ini, hanya Huawei dan iPhone yang memiliki sistem sejenis. Tersedia juga opsi fingerprint di tombol power di sisi HP.
Baterai 5.750 mAh mendukung pemakaian harian yang awet. Pengisian daya tersedia dalam dua mode: 100W wired dan 80W wireless super charge.
Fitur AI: Shortcut Baru yang Praktis

Mate 80 Pro hadir dengan tiga fitur AI yang cukup berguna untuk rutinitas harian. Pertama adalah AI Smart Control, yang memungkinkan akses ke AI hanya dengan menyentuh dua kali tombol power tanpa menekannya. Dari sini AI langsung muncul dan siap digunakan, termasuk Gemini sebagai pilihan default
Kedua adalah AI Gesture Control, untuk mengontrol HP tanpa menyentuh layar. Berguna saat tangan sedang kotor tapi perlu mengakses perangkat. Ketiga adalah AI Messaging, fitur privasi yang menyembunyikan isi notifikasi dan chat saat ada orang lain yang melihat layar. Pesan hanya muncul penuh saat layar berhadapan langsung dengan pemiliknya.
Untuk ketersediaan aplikasi, Huawei AppGallery sudah mencakup kebutuhan harian: mobile banking, media sosial, transportasi online, e-commerce, saham, hingga games. Semua berjalan normal dalam pengujian.
Harga dan Layanan Purna Jual

Huawei Mate 80 Pro dijual seharga Rp16.999.000 di Indonesia. Selama periode 24 April sampai 24 Mei 2026, ada paket benefit senilai hingga Rp7,5 juta yang mencakup cashback bank hingga Rp3 juta, trade-in cashback Rp2 juta, cicilan dengan DP 0% dan bunga 0%, serta gratis 2x cicilan via Indodana Paylater. Angka cicilan terendah mulai dari Rp708.292 per bulan.
Untuk layanan purna jual, pembeli mendapat penggantian baterai gratis 1 kali selama 5 tahun, accidental warranty 1 tahun 1 kali, dan penggantian screen protector sebanyak 4 kali dalam 2 tahun. Paket layanan ini cukup komprehensif untuk HP di kelas harganya.
Comeback yang Tidak Setengah-Setengah

Mate 80 Pro bukan HP yang datang dengan satu keunggulan menonjol dan sisanya biasa saja. Desainnya punya identitas, durabilitasnya teruji, kameranya menyenangkan untuk dieksplorasi dengan pendekatan natural yang konsisten, Face ID-nya setara level keamanan finansial, dan fitur AI-nya tidak terasa dipaksakan.
Yang paling penting: Mate Series kembali dengan sesuatu untuk ditawarkan, bukan sekadar nama. Untuk yang dulu setia dengan Mate series dan merindukan kehadirannya di Indonesia, ini adalah waktu yang tepat untuk kembali melirik.






Comment