Advertisement

POCO X8 Pro Max vs iQOO 15R: Selisih Harga yang Bikin Perhitungan Jadi Rumit

POCO X8 Pro Max vs iQOO 15R: Selisih Harga yang Bikin Perhitungan Jadi Rumit

Highlight

Bestindotech
  • POCO X8 Pro Max menawarkan layar 6,83 inci, baterai 8.500mAh, dan storage 512GB dengan harga lebih murah dari iQOO 15R varian 256GB.
  • iQOO unggul di benchmark CPU dengan skor Antutu 3 juta vs POCO 2,7 juta, tapi POCO berbalik unggul di grafis 3DMark dengan selisih hampir 6.800 poin.
  • Kamera selfie jadi pembeda paling nyata: iQOO bisa merekam video 4K 60fps, sementara POCO terbatas di Full HD.
Advertisement
Advertisement

Di kelas harga 6 hingga 8 jutaan, pilihan semakin sulit bukan karena kualitasnya turun, tapi justru karena semakin banyak HP yang layak dipertimbangkan. Yang membuat situasi ini menarik adalah ketika dua HP dengan harga berbeda menawarkan proposisi yang sama-sama kuat, tapi dari sudut yang berlawanan: satu memaksimalkan value, satu lagi memaksimalkan konsistensi performa.

POCO X8 Pro Max dan iQOO 15R adalah dua HP yang belakangan ini paling banyak diperdebatkan di kelas ini. Keduanya sudah diuji langsung di studio Bestindotech dengan software update terbaru awal April 2026, iQOO 15R di OriginOS 6 dan POCO X8 Pro Max di HyperOS 3.0.2. Ini hasilnya.

Harga: Selisih yang Terlihat Kecil tapi Dampaknya Besar

iQOO 15R saat peluncuran dijual mulai Rp7.299.000 untuk varian 8/256GB, dengan varian 12/256GB di Rp8.000.000 dan 12/512GB di Rp9.000.000. Saat pengujian ini dilakukan, varian dasar 8/256GB sudah bisa didapat di kisaran Rp7.000.000.

POCO X8 Pro Max hadir dengan starting price Rp6.699.000 untuk varian 256GB dan Rp7.199.000 untuk 512GB. Yang membuat kalkulasinya menarik: saat pengecekan, varian 512GB POCO sudah bisa didapat di harga Rp6,7 juta, yang artinya dengan harga hampir sama dengan iQOO varian 256GB, pembeli sudah mendapat POCO dengan storage dua kali lipat. Selisih antara varian tertinggi keduanya saat ini ada di kisaran Rp1,5 juta.

Desain dan Layar: Compact vs Lebar

Perbandingan dimensi layar iQOO 15R dan POCO X8 Pro Max saat disandingkan.

iQOO 15R mengambil arah compact dengan layar 6,59 inci dan refresh rate 154Hz. POCO X8 Pro Max berlawanan arah dengan layar 6,83 inci dan refresh rate 120Hz. Perbedaan refresh rate 34Hz dalam penggunaan sehari-hari tidak terlalu terasa, tapi perbedaan ukuran layar cukup kentara saat dipakai berdampingan.

Advertisement

Untuk proteksi layar, POCO sudah jelas dengan Corning Gorilla Glass 7, sementara informasi perlindungan layar iQOO belum ditemukan. Secara kualitas panel, iQOO lebih terang terutama untuk penggunaan outdoor, sementara POCO memiliki tone warna yang lebih warm dan terasa nyaman untuk pemakaian sehari-hari. Keduanya punya karakter layar yang baik, hanya preferensinya yang berbeda.

Benchmark: Snapdragon Unggul CPU, Dimensity Balik di Grafis

Perbandingan skor benchmark prosesor antara POCO X8 Pro Max dan iQOO 15R.

Perbedaan prosesor menjadi salah satu aspek paling menarik di perbandingan ini. iQOO 15R menggunakan Snapdragon 8 Gen 5, sementara POCO X8 Pro Max mengandalkan MediaTek Dimensity 9500S yang juga masuk kelas flagship.

Di Antutu, iQOO tembus 3 juta sementara POCO meraih 2,7 juta, selisih sekitar 13%. Di Geekbench 6, keunggulan iQOO juga terasa dengan selisih sekitar 300 poin di single core dan lebih dari 1.000 poin di multi core. Untuk pemakaian sehari-hari, perbedaan ini tidak terlalu terasa. Speed test aplikasi menunjukkan iQOO memang lebih cepat di booting dan sebagian besar aplikasi, tapi selisihnya tipis.

Yang menarik terjadi di benchmark grafis 3DMark Wild Life. POCO berbalik unggul jauh dengan skor best 16.863, sementara iQOO meraih 10.029. Stabilitas iQOO memang lebih tinggi, tapi selisih skor grafis hampir 6.800 poin adalah angka yang tidak kecil untuk gaming intensif.

Gaming: Keduanya Mampu, dengan Catatan Masing-Masing

Perbandingan performa gaming Zenless Zone Zero pada POCO X8 Pro Max dan iQOO 15R.

Zenless Zone Zero dijalankan selama 30 menit di setting High 60fps. Kedua HP melewatinya dengan nyaman. iQOO mencatat smoothness 97% sementara POCO 95%, selisih yang tidak terasa saat bermain. Suhu permukaan POCO lebih adem di 33 derajat Celcius dibanding iQOO di 35 derajat, dengan konsumsi baterai identik di 8% untuk durasi 30 menit.

Advertisement

Di Mobile Legends, iQOO mendukung 144Hz penuh sementara POCO terbatas di 120Hz di menu dan turun ke 90fps saat in-game. Keduanya sudah bisa berjalan di setting maksimal tanpa masalah. Untuk emulator game PC via Game Hub, iQOO lebih matang karena POCO dengan Dimensity 9500S-nya masih dalam tahap pengembangan driver compatibility.

Advertisement

Baterai dan Pengisian: Kapasitas vs Efisiensi

Perbandingan durasi pengisian daya hingga penuh (full charge) antara iQOO 15R dan POCO X8 Pro Max.

POCO unggul di kapasitas baterai dengan 8.500mAh berbanding 7.600mAh milik iQOO. Dalam tes nonton video satu jam dengan volume 50%, POCO turun 6% sementara iQOO hanya 3%. iQOO lebih efisien, tapi kapasitas POCO yang jauh lebih besar tetap memberikan daya tahan keseluruhan yang lebih panjang.

Keduanya membawa fast charging 100W, tapi ada perbedaan di port. iQOO menggunakan USB Type-C yang kompatibel dengan Power Delivery sehingga chargernya bisa digunakan untuk laptop juga. POCO masih menggunakan port USB Type-A khas Xiaomi. Untuk kecepatan pengisian, iQOO lebih cepat full charge di 1 jam 6 menit dibanding POCO di 1 jam 15 menit.

Kamera: Detail Berbanding Hasil yang Siap Posting

Keduanya menggunakan setup dual kamera 50MP utama dan 8MP ultrawide, tapi dengan sensor berbeda. iQOO memakai Sony LYT-700, POCO menggunakan OmniVision Light Fusion 600. Focal length juga berbeda: iQOO lebih wide di 23mm, POCO di 26mm.

Dari hasil foto, iQOO lebih tajam dan akurasi warnanya lebih baik. Tapi karakter warnanya yang cenderung cool membuat beberapa hasil foto, terutama portrait dan malam hari, terasa kurang siap posting tanpa sedikit editing. POCO dengan tone yang lebih warm memberikan skin tone yang lebih enak di mata dan foto malam yang lebih seimbang dalam menangani highlight yang terlalu terang.

Untuk kamera selfie, perbedaan yang paling signifikan ada di kemampuan perekaman video. iQOO bisa merekam video selfie hingga 4K 60fps, sementara POCO terbatas di Full HD. Di 2026, ini adalah keterbatasan yang cukup terasa bagi yang sering membuat konten video.

Fitur Tambahan yang Layak Diperhatikan

Perbandingan metrik konsumsi baterai dan dukungan fitur audio Dolby Atmos antara POCO X8 Pro Max dengan iQOO 15R.

POCO membawa kembali LED notification di area kamera, fitur yang pernah populer di era BlackBerry dan sekarang jarang ditemukan di HP modern. Keduanya memiliki IR blaster yang sudah terintegrasi dengan flash kamera. Untuk audio, POCO kompatibel dengan Dolby Atmos dan punya opsi volume boost hingga 400%, meski di level tertinggi distorsinya terasa. iQOO tidak memiliki Dolby Atmos, tapi kualitas detail audionya lebih nyaman untuk didengar dalam jangka panjang. POCO versi Pro Max juga mendukung eSIM, sementara iQOO tidak, dan IP rating POCO mencapai IP69.

Dua HP yang Berbicara ke Pembeli yang Berbeda

Kesimpulan akhir perbandingan antara POCO X8 Pro Max dan iQOO 15R.

POCO X8 Pro Max memberikan value yang sulit dibantah: layar lebih besar, baterai lebih besar, storage lebih besar, dan harga lebih murah. Kekurangan utamanya ada di kamera selfie video yang terbatas Full HD dan beberapa aspek software yang masih perlu waktu untuk matang, terutama untuk emulator.

iQOO 15R lebih konsisten di performa CPU, kameranya lebih tajam sebagai basis foto, dan software-nya lebih matang untuk gaming kompetitif. Tapi kehadiran POCO X8 Pro Max membuat iQOO terasa mahal, terutama di varian tertinggi yang selisihnya bisa sampai Rp1,5 juta. Pilihan di antara keduanya bukan soal mana yang lebih baik secara absolut, tapi soal aspek mana yang paling penting untuk kebutuhan sehari-hari.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Advertisement
Advertisement
Advertisement