Highlight
Bestindotech- OriginOS 6 makan storage hampir dua kali lipat ColorOS 16, dan itu baru pembuka perbedaan keduanya.
- OPPO unggul di ekosistem AI, tapi Vivo diam-diam lebih refined di beberapa fitur kunci seperti AI Remove dan AI Writer.
- Pakai Apple? Koneksi OPPO cukup satu aplikasi, bahkan bisa buka aplikasi HP langsung dari Mac.
Memilih HP Android itu sekarang tidak cukup hanya lihat kamera atau baterai. OS yang melapisi semuanya, cara kerjanya, karakter visualnya, seberapa dalam AI-nya terintegrasi, itu yang menentukan pengalaman pakai sehari-hari. Dan di antara banyak pilihan OS Android yang beredar, dua nama yang paling menarik untuk dibandingkan saat ini adalah ColorOS 16 dari OPPO dan OriginOS 6 dari Vivo.
Keduanya punya karakter yang berbeda, dan eksplorasi langsung keduanya cukup membuka mata. Untuk pengujian ini kita pakai OPPO Find X9 Pro dan Vivo X300 Pro, dengan software yang sudah diupdate ke versi terbaru per 10 Februari 2026. Perlu dicatat bahwa beberapa fitur yang dibahas di sini mungkin belum muncul di semua seri HP OPPO maupun Vivo lainnya. Kita bagi perbandingan ini ke dalam lima segmen: kompatibilitas OS, desain dan gesture, fitur dan AI, konektivitas, serta sistem keamanan.
Kompatibilitas OS
Sebelum masuk ke pengalaman pakai, penting untuk tahu dulu siapa saja yang bisa menikmati OS ini. ColorOS 16 tersedia di Indonesia untuk berbagai seri HP OPPO, termasuk Reno 15 Series, Find X9 Series, dan ke depannya juga akan masuk ke Reno 10 Pro Plus serta Pad SE. Daftar lengkapnya bisa dicek langsung di website resmi OPPO.
OriginOS 6 tidak secara eksplisit menyebutkan daftar perangkat yang kompatibel di website resminya. Tapi dari pengujian yang sudah kita lakukan, Vivo X300 Series dan V60 Series sudah kebagian update. Untuk pengguna iQOO secara global, ada indikasi bahwa iQOO 11, Z9, hingga Neo 10 ke atas akan mendapat update di pertengahan awal tahun ini.
Satu hal yang langsung bikin kepo sebelum masuk ke fitur: seberapa besar storage yang dimakan masing-masing OS. ColorOS 16 mengonsumsi sekitar 13,4GB, sementara OriginOS 6 memakan 25,63GB. Vivo butuh ruang hampir dua kali lipat lebih besar dari OPPO, dan ini cukup signifikan.
Desain Interface dan Gesture
Ini bagian yang paling langsung terasa saat pertama kali pegang HP baru, dan keduanya punya pendekatan yang berbeda. Vivo tampil dengan desain yang fresh. Salah satu yang cukup unik adalah fitur gonta-ganti warna folder aplikasi, yang memberikan separasi visual antar folder secara menarik. OPPO di sisi lain punya fitur untuk melebarkan tampilan satu aplikasi sekaligus menambahkan function button di sisinya.
Untuk kostumisasi ikon, OPPO lebih fleksibel dengan berbagai pilihan template seperti radian, shadow, material, pebble, hingga flux yang tampil monoton. Vivo tidak punya template sebanyak itu, tapi tetap bisa diatur menjadi monoton dan rounded corners.
Animasi dan transisi di OPPO terasa lebih smooth, ada kesan melayang saat membuka dan menutup aplikasi. Kalau kurang suka atau merasa terlalu lambat, ada pilihan mode enhanced yang lebih cepat. Vivo dari defaultnya sudah terasa cepat tanpa perlu diutak-atik.
Untuk notification bar, OPPO menggabungkan rounded corners dan circle, sedangkan Vivo konsisten dengan full rounded corners yang terasa lebih seragam. Soal kostumisasi control center, OPPO lebih menyeluruh karena semua area dari atas hingga bawah bisa diatur sesuka hati. Vivo hanya memperbolehkan pengaturan di kolom bawah.
Wallpaper dan Tema
Keduanya mendukung video wallpaper. OPPO punya fitur Depth yang memberikan dinamika visual antara jam dan objek di wallpaper, efeknya terasa seperti tiga dimensi. Vivo punya Flipkart, sebuah efek yang mengubah gambar wallpaper saat HP dimiringkan, mirip konsep kartu lentikular.
Di theme shop, OPPO punya variasi yang lebih banyak termasuk tema interaktif seperti lock screen mini games. Vivo menawarkan pilihan yang lebih terbatas, tapi harganya jauh lebih murah, sekitar Rp 2.000-3.000, dibanding OPPO yang bisa sampai Rp 10.000.
Secara keseluruhan di bagian desain, saya pribadi lebih cocok dengan smoothness dan fleksibilitas interface OPPO. Tapi bukan berarti Vivo jelek. Di beberapa area seperti desain control center, Vivo justru terasa lebih konsisten. Dan fitur seperti Flipkart itu punya daya tarik tersendiri.
Fitur dan AI
Ini bagian yang paling saya tunggu untuk dieksplorasi, dan perbedaannya cukup terasa. OPPO punya integrasi AI yang luas lewat Mindspace, di mana semua aplikasi bawaan terhubung dengan Google Gemini. Daftar fitur AI-nya bahkan bisa ditemukan di menu khusus di settings, sudah disusun rapi.
Vivo juga mengintegrasikan AI ke aplikasi bawaan, tapi tidak sebanyak OPPO. Bahkan untuk kalender, Vivo belum punya bawaan sendiri sehingga harus mengandalkan Google Kalender agar bisa terkoneksi dengan Gemini. Fitur AI-nya lebih tersembunyi, baru ketemu saat kita gali-gali sendiri, misalnya di voice recorder dan notes.
Voice Recorder dan Notes
Keduanya punya fitur AI voice transcript dan summary. OPPO menyajikan summary yang rapi dan terstruktur point to point, dengan pilihan format dari general hingga meeting notes. Hasilnya bisa langsung dijadikan catatan atau PDF yang siap dikirim. Fitur ini beberapa kali saya andalkan dan langsung terasa manfaatnya.
Vivo membuat summary langsung dari hasil transkrip suara tanpa pemisahan judul atau subjudul, sehingga format penulisannya kurang terstruktur. Isinya ada, tapi tampilannya kurang rapi.
Di aplikasi notes, keduanya punya asisten AI writing. OPPO lebih lengkap dengan banyak pilihan template tulisan dari standar hingga witty, termasuk kontrol panjang teks dan emoji. Vivo punya opsi translate langsung ke bahasa lain, yang berguna untuk keperluan korespondensi dengan orang luar negeri.
Editor Foto Berbasis AI
OPPO punya tujuh fitur AI di editor foto, sementara Vivo hadir dengan lima fitur. Untuk fitur hapus objek, Vivo memberikan hasil yang lebih rapi secara output, meski auto select subjeknya kurang presisi karena terkadang ikut memilih area yang tidak diinginkan. OPPO lebih paham konteks foto dan lebih peka dalam memilih subjek manusia di latar belakang.
Live Alerts vs Origin Island
OPPO menyebutnya Live Alerts, Vivo menamakannya Origin Island. Fungsi dasarnya serupa, menampilkan info seperti pemutaran musik, hotspot, dan game timer. Vivo menambahkan fungsi berbagi file: cukup tarik file ke bagian atas layar dan pilih aplikasi tujuan. OPPO menempatkan akses serupa di bagian bawah.
Untuk kompatibilitas aplikasi pihak ketiga, OPPO lebih luas karena mendukung Sports dari Google hingga Grab. Vivo hanya kompatibel dengan Google Maps.
Fitur Gaming
OPPO punya menu gaming yang lebih lengkap dengan pengaturan yang bisa diakses dari berbagai titik. Vivo memilih pendekatan minimalis, dengan fokus pada pengaturan utama seperti refresh rate, brightness, network, dan touch sampling, sementara sisanya dikemas di dalam game tools.
Secara keseluruhan di bagian fitur dan AI, OPPO punya integrasi yang lebih bervariasi dan terorganisir. Tapi Vivo tidak sepenuhnya kalah. Di beberapa titik spesifik seperti AI Write dan Subject Remover, outputnya justru lebih refined.
Konektivitas dengan Perangkat Lain
Kita fokus ke koneksi dengan perangkat Apple di bagian ini, karena itu yang paling relevan untuk banyak pengguna. OPPO mengandalkan satu aplikasi terpusat yaitu O Plus Connect. Vivo membutuhkan dua aplikasi terpisah: Vivo Office Kit untuk Mac dan iPad, serta Easy Share untuk iPhone.
Fungsinya secara umum serupa, termasuk remote PC, mirroring HP, notifikasi sync, dan clipboard. Vivo bahkan punya fitur Touch and Share yang memungkinkan transfer gambar atau video ke iPhone hanya dengan menempelkan perangkat secara langsung.
OPPO unggul di fitur app mirroring, yang memungkinkan kita membuka satu aplikasi spesifik dari HP di Mac, bukan sekadar menampilkan layar HP secara penuh. Misalnya, kita bisa akses GrabFood atau GoFood langsung dari komputer. Ini praktis banget.
Sistem Keamanan
Terakhir, soal keamanan. Vivo punya menu yang terasa sangat padat, mencakup ScamGuard, Private Space, App Encryption, App Permission, dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan di More Privacy Settings. OPPO punya fitur yang setara tapi dikemas lebih ringkas dan mudah dinavigasi lewat More Security and Privacy.
Keduanya mendukung enkripsi aplikasi dan Private Space untuk menyimpan data yang lebih sensitif. Satu tambahan dari OPPO adalah proteksi khusus untuk aplikasi pembayaran, yang bisa diaktifkan dan dimatikan per aplikasi.
Kesimpulan
Setelah mengeksplorasi keduanya, ColorOS 16 tampil dengan antarmuka yang menyenangkan, fitur AI yang luas dan saling terhubung lewat Mindspace, serta konektivitas yang terasa seamless dengan perangkat Apple. Simple untuk dipahami dan enak digunakan sehari-hari.
OriginOS 6 punya karakter visual yang konsisten dengan pendekatan rounded edge yang rapi di mana-mana. Fitur dan AI-nya memang tidak sebanyak OPPO dan beberapa terasa kurang terorganisir, tapi di titik-titik tertentu seperti AI Remove dan AI Writer, Vivo justru memberikan output yang lebih refined.
Vivo sendiri sudah jauh berkembang dari era Funtouch OS. Interface-nya sekarang benar-benar terasa fun, dan fitur AI-nya bisa diandalkan untuk kebutuhan tertentu. Kalau ditanya mana yang lebih cocok secara pribadi, pilihan saya jatuh ke ColorOS 16. Fleksibilitas kostumisasi visualnya yang luas, koneksi yang nyaman dengan perangkat Apple, dan fitur transcript voice notes yang sering saya andalkan sehari-hari, itu yang bikin saya betah. Tapi saya akui, penilaian ini tidak bisa lepas dari dua tahun lebih kebiasaan pakai HP OPPO.
Comment