Highlight
Bestindotech- Layar dalam 10 inci AMOLED bisa dibuka jadi tiga panel sekaligus: tiga aplikasi konten vertikal seperti Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts terbuka bersamaan.
- Ketebalan di lipatan terluar hanya 3,9mm, lebih tipis dari Z Fold 7 yang 4,2mm, meski bobotnya 309 gram dengan tiga layar sekaligus.
- Desktop mode baru memungkinkan beberapa virtual desktop terpisah, satu untuk kerja, satu untuk hiburan, dengan window yang bisa diatur bebas.
Ide tablet yang bisa masuk ke saku celana sudah lama jadi fantasi. Samsung Galaxy Z Fold membuktikan konsep itu bisa diwujudkan dengan dua lipatan. Galaxy Z Trifold membawanya satu langkah lebih jauh: tiga lipatan, layar 10 inci, dan tetap cukup tipis untuk dibawa dalam saku.
Bestindotech mendapat kesempatan hands-on langsung dengan Galaxy Z Trifold di kantor pusat PT Samsung Electronics Indonesia, menjadi salah satu kesempatan pertama mencoba perangkat ini di Indonesia sebelum resmi masuk ke pasar lokal.
Desain dan Build Quality
Saat dibuka penuh, Galaxy Z Trifold menghadirkan layar dalam 10 inci dengan rasio 4:3. Tiga panel terlihat jelas: dua bagian yang bisa dilipat di kiri dan kanan, dengan panel tengah sebagai pondasinya. Layar depannya berukuran 6,5 inci, kurang lebih setara dengan Z Fold 7.
Yang mengejutkan adalah ketebalannya. Di titik paling tipis yaitu lipatan terluar, dimensinya ada di 3,9mm, lebih tipis dari Z Fold 7 yang 4,2mm. Panel tengah ada di 4,2mm, dan lipatan pertama di 4mm. Untuk perangkat dengan tiga panel layar sekaligus, ini adalah pencapaian engineering yang signifikan.
Bobot 309 gram memang angka yang cukup tinggi, tapi saat dipegang terasa balance dan tidak seberat yang dibayangkan. Sebagai perbandingan, iPad Pro 11 inci ada di kisaran 440-an gram. Hinge menggunakan titanium dan terasa sangat solid, dengan tekanan yang kuat saat membuka dan menutup. Cara menutupnya pun punya urutan khusus: lipatan kiri harus ditutup dulu sebelum kanan, dan ada getaran sebagai pengingat jika urutan salah.
IP48 berarti tahan debu partikel di bawah 1mm dan tahan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Fingerprint sensor tetap di posisi side-mounted, konsisten dengan Z Fold 7, dan masuk akal mengingat posisi layar yang berubah-ubah tergantung mode penggunaan.
Yang menarik dari sisi kelengkapan: Galaxy Z Trifold adalah smartphone Samsung pertama yang menyertakan case dan charger 45W Super Fast Charging langsung dalam kotak pembelian.
Layar
Layar depan 6,5 inci diproteksi Corning Gorilla Glass Victus Ceramic 2. Layar dalam menggunakan Tri-Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan peak brightness 1.600 nit. Crease di area lipatan tetap ada, tapi saat dipegang dan dipakai tidak terlalu terasa mengganggu.
Rasio 4:3 di layar dalam menjadikannya terasa seperti tablet sungguhan saat dibuka penuh. Untuk konsumsi multimedia dengan konten rasio 16:9 atau 2:1, masih akan ada black bar di atas dan bawah. Tapi untuk membaca artikel, majalah digital, atau konten vertikal, ruang yang tersedia terasa luar biasa lega.
Performa dan Baterai
Galaxy Z Trifold menggunakan Snapdragon 8 Elite, chipset yang sama dengan Z Fold 7. RAM-nya 16GB dengan pilihan storage 512GB atau 1TB. Untuk performa harian, spesifikasi ini sudah lebih dari cukup untuk semua skenario penggunaan yang ditawarkan layarnya.
Baterai 5.600mAh adalah yang terbesar di smartphone Samsung hingga saat ini, naik sekitar 1.200mAh atau sekitar 27% dari Z Fold 7. Dengan tambahan satu panel layar, konsumsi daya memang akan lebih tinggi, tapi peningkatan kapasitas yang proporsional diharapkan bisa menjaga ketahanan baterai di level yang setara dengan Z Fold 7.
Kamera
Sistem kamera Z Trifold identik dengan Z Fold 7: kamera utama 200MP dikombinasikan dengan telephoto 10MP 3x optical zoom dan ultrawide 12MP. Ada dua kamera selfie, satu di layar depan dan satu di layar dalam, masing-masing 12MP. Perekaman video bisa hingga 8K.
Yang menarik dari sisi pengalaman adalah viewfinder selfie di layar dalam yang sangat besar. Saat berfoto dengan kamera belakang, layar dalam bisa digunakan sebagai preview real-time dengan ukuran yang jauh lebih besar dari smartphone biasa, pengalaman yang mirip dengan memiliki cermin besar untuk mengatur komposisi foto.
Software: Satu Fitur Baru yang Benar-Benar Terpakai
Galaxy Z Trifold berjalan di One UI 8 berbasis Android 16. Sebagian besar fiturnya konsisten dengan ekosistem One UI yang sudah ada, tapi ada satu penambahan yang eksklusif untuk Trifold: desktop mode dengan multiple virtual desktop.
Di recent apps, pengguna bisa menggeser untuk membuat beberapa desktop sekaligus dan berpindah di antaranya. Satu desktop bisa dikonfigurasi untuk produktivitas kerja, satu lagi untuk hiburan, dengan window yang bisa diatur posisi dan ukurannya secara bebas berkat integrasi DeX. Ini mengubah Z Trifold dari sekadar smartphone layar besar menjadi sesuatu yang lebih dekat ke pengalaman komputer portabel.
Untuk konsumsi konten vertikal, tiga aplikasi bisa dibuka berdampingan sekaligus di layar dalam. Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts bisa ditampilkan bersamaan dalam tiga panel terpisah. Untuk yang gemar membaca, mode vertikal dengan layar penuh memberikan ruang baca yang terasa seperti memegang majalah sungguhan.
Kesimpulan Hands-On
Galaxy Z Trifold adalah perangkat yang terasa genuinely berbeda dari semua yang ada sebelumnya. Bukan karena layarnya besar, tapi karena cara besar itu dicapai tanpa mengorbankan ketipisan dan kualitas build yang biasanya jadi kompromi di foldable. Untuk pemakaian sehari-hari sebagai pengguna Z Fold 7, Z Trifold terasa seperti lompatan nyata, bukan sekadar iterasi. Apakah itu sepadan dengan harganya yang pasti berada di segmen paling atas? Itu pertanyaan yang baru bisa dijawab setelah unit resmi Indonesia tersedia dan bisa diuji lebih panjang. Tapi dari sisi first impression, ini adalah foldable yang paling menarik yang pernah dipegang langsung
Comment