Advertisement

RedMagic 11 Pro: HP Gaming Pertama di Indonesia dengan AnTuTu 4 Juta

RedMagic 11 Pro: HP Gaming Pertama di Indonesia dengan AnTuTu 4 Juta

Highlight

Bestindotech
  • Skor AnTuTu akhirnya menembus 4 juta setelah diuji keras termasuk dimasukkan ke kulkas, menjadikannya skor tertinggi yang pernah dicapai di studio Bestindotech.
  • GTA V via Game Hub bisa berjalan di 60fps mulus berkat sistem pendinginan ganda, tapi konsumsi baterainya berat: 10 menit gaming menghabiskan 10% baterai.
  • Liquid cooling yang terlihat bergerak di bagian belakang HP bukan gimmick, tapi setelah diteliti lebih dalam, efek pendinginannya kemungkinan lebih besar ke baterai daripada ke chipset.
Advertisement
Advertisement

HP gaming biasanya menjual dua hal: performa dan desain yang teriak gaming dari jarak jauh. RedMagic 11 Pro melakukan keduanya, tapi ada satu elemen yang langsung mencuri perhatian bahkan sebelum HP-nya dinyalakan: liquid cooling yang benar-benar bisa dilihat bergerak di bagian belakangnya.

Bestindotech menguji RedMagic 11 Pro secara langsung, mulai dari unboxing, testing benchmark, gaming mobile, sampai game PC via emulator. Ini yang perlu kamu tahu.

Desain dan Paket Pembelian

RedMagic 11 Pro hadir dalam satu warna yang tersedia di Indonesia, yaitu Sub-Zero atau Silver Transparent, dengan desain transparan yang memperlihatkan komponen di balik bodinya. Frame tengahnya menggunakan material aluminium berstandar penerbangan yang membuat HP ini terasa berbobot saat dipegang, meski setelah ditimbang ternyata masih lebih ringan dari iPhone 17 Pro Max.

Di bagian samping ada beberapa elemen yang langsung terasa gaming: trigger zone di sisi kanan dan kiri untuk kontrol tambahan saat bermain, tombol RedMagic dengan desain menyerupai silent switch iPhone yang berfungsi mengaktifkan Game Space, serta tombol power dan volume rocker. Di bagian atas ada lubang ventilasi udara dan, yang cukup mengejutkan, port headphone jack 3,5mm yang sudah lama jarang ditemukan di HP flagship. Di bagian bawah ada USB Type-C dan SIM tray, tapi tidak ada slot microSD.

Di dalam box, selain HP-nya sendiri, sudah termasuk RedMagic Shadow Blade Gamepad 2, sebuah gamepad teleskopik yang bisa menampung HP dengan lebar 115 hingga 185mm. Koneksinya via kabel USB Type-C dengan latensi rendah, dilengkapi analog yang bisa diganti, back button, dan Hall Effect untuk analog trigger-nya. Controller ini merupakan hasil kolaborasi RedMagic dengan Gamesir, sehingga secara hardware identik dengan Gamesir G8, dengan perbedaan di tampilan transparan dan software RedMagic yang terintegrasi.

Advertisement

Sistem Pendinginan: Bukan Gimmick, Tapi Ada Catatannya

Elemen paling ikonik dari RedMagic 11 Pro adalah liquid cooling yang bisa dilihat langsung bergerak di bagian belakang HP. Cairan di dalamnya memang aktif bersirkulasi untuk memindahkan panas dari satu titik ke titik lain, meratakan distribusi suhu di seluruh bodi. Ini bukan sekadar efek visual.

Namun setelah diteliti lebih dalam, ada catatan yang menarik. Berdasarkan video teardown yang sudah beredar, bagian liquid cooling yang bersentuhan langsung dengan heatsink CPU ternyata hanya sebagian kecil. Artinya pendinginan chipset lebih banyak ditangani oleh cooling fan internal, sedangkan liquid cooling kemungkinan lebih berperan dalam mendinginkan baterai yang berkapasitas besar. Efeknya ada, tapi tidak sebesar yang kesan visualnya suguhkan.

Selain liquid cooling, ada juga cooling fan yang aktif berputar dan mengeluarkan suara saat diaktifkan. Suaranya memang terdengar, tapi nadanya cukup rendah sehingga tidak terlalu mengganggu. Kipas ini diklaim tahan air oleh RedMagic, meski IP rating HP ini hanya IPX8, yang berarti tahan air tapi tidak tahan debu.

Di bagian lighting, ada LED light strip yang bisa diatur warna dan efeknya, dengan beberapa mode tersedia termasuk efek teks. Lampu ini menyala di area kipas di bagian belakang dan memberikan tampilan gaming yang kental.

Spesifikasi

RedMagic 11 Pro menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan RAM 16GB dan storage 512GB. Layarnya berukuran 6,85 inci AMOLED 144Hz tanpa notch karena kamera selfie menggunakan teknologi under-display camera. Baterai berkapasitas 7.500 mAh dengan fast charging 80W, baik wired maupun wireless, diklaim bisa mengisi penuh dalam 68 menit. OS yang digunakan adalah RedMagic OS 11 berbasis Android 16 dengan jaminan update selama 3 tahun.

Advertisement

Performa dan Gaming

Benchmark AnTuTu

Pengujian AnTuTu di RedMagic 11 Pro membutuhkan beberapa percobaan. Di beberapa tes awal, skornya terus berkisar di 3,9 jutaan. Setelah mencoba berbagai cara termasuk menggunakan pendingin eksternal dan memasukkan HP ke dalam kulkas, akhirnya skor 4 juta berhasil ditembus. Ini menjadi skor AnTuTu tertinggi yang pernah dicapai di studio Bestindotech, melampaui iPad Pro M5 yang skornya berada di 3,8 jutaan.

Advertisement

Mobile Gaming

Untuk game mobile, Genshin Impact diuji di pengaturan highest 60fps dalam performance mode. Hasilnya lancar tanpa frame drop, dengan suhu yang stabil di sekitar 40 derajat. Untuk game mobile berat sekalipun, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 di sini menanganinya dengan mulus.

Game PC via Game Hub

Yang paling menarik adalah pengujian GTA V lewat Game Hub, emulator game PC di Android. Di HP lain dengan chipset yang sama seperti iQOO 15, GTA V tidak bisa mencapai 60fps yang stabil di open world-nya. Di RedMagic 11 Pro, GTA V bisa berjalan di 60fps mulus, kemungkinan besar berkat kombinasi cooling fan dan sistem pendinginan yang lebih agresif yang memungkinkan chipset berjalan di performa maksimalnya lebih lama.

Konsekuensinya ada di konsumsi baterai. Sepuluh menit bermain GTA V menghabiskan 10% baterai, jauh lebih boros dibanding Genshin Impact yang hanya 4% untuk durasi yang sama. Artinya untuk sesi GTA V yang panjang, HP ini hanya bertahan sekitar 1,5 jam. Solusinya adalah menggunakan mode charge separation atau bypass charging milik RedMagic, yang memungkinkan HP tetap terhubung ke charger tanpa mengalirkan listrik langsung ke baterai saat bermain.

Kamera

RedMagic 11 Pro bukan HP yang dirancang untuk fotografer, dan hasilnya mencerminkan itu. Kamera belakang terdiri dari dua lensa yang berfungsi, yaitu kamera utama dan ultrawide, keduanya 50MP. Kamera ketiga di bagian belakang tidak berfungsi sebagai kamera dan lebih terlihat sebagai elemen desain untuk simetri visual.

Untuk kamera utama, hasilnya tidak buruk dari segi warna dan ketajaman, meski tidak di level flagship. Tidak adanya lensa telephoto menjadi batasan yang terasa. Kamera depan menggunakan teknologi under-display camera yang secara teknologi memang belum optimal saat ini. Hasilnya cenderung soft dan banyak bergantung pada pemrosesan sharpening setelah pengambilan gambar. Di video, tanpa sharpening otomatis, hasilnya terlihat lebih jelas kurang tajam.

Yang Perlu Dicatat

Beberapa hal tambahan yang layak disebutkan: bobot HP ini terasa berat saat digenggam karena sudut-sudutnya yang tajam dan material aluminium di frame-nya, meski secara angka lebih ringan dari iPhone 17 Pro Max. Kehadiran headphone jack 3,5mm dengan dukungan Snapdragon Sound menjadi nilai tambah yang cukup unik untuk HP flagship, terutama bagi pengguna IEM kabel.

Software Game Space yang aktif saat tombol merah digeser memberikan tampilan dan kontrol yang terasa seperti masuk ke ekosistem gaming tersendiri, lengkap dengan pengaturan touch sampling rate, performance mode, dan setting GPU secara terpisah.

Harga dan Ketersediaan

RedMagic 11 Pro dijual resmi di Indonesia dengan harga retail Rp19 juta, dengan special release price di Rp17.999 juta yang tersedia di Nubia Flagship Store di Blibli. Paket pembelian sudah termasuk RedMagic Shadow Blade Gamepad 2 yang nilainya sekitar Rp1,5 juta. Warna yang tersedia hanya satu, yaitu Sub-Zero.

Untuk heavy mobile gamer yang ingin memaksimalkan performa chipset terkencang saat ini sekaligus mendapat pengalaman gaming yang lengkap dari satu paket, RedMagic 11 Pro menawarkan proposisi yang cukup unik di segmen ini. Terutama dengan desain liquid cooling yang bisa dilihat langsung, cooling fan aktif, trigger zone fisik, LED lighting, dan headphone jack yang jarang ditemukan di kelas ini.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Advertisement
Advertisement
Advertisement