Highlight
Bestindotech- Poco X7 Pro dengan Dimensity 8400 Ultra dan AnTuTu 1,5 juta jadi pilihan terkuat di 4 jutaan, bikin brand lain kesulitan menawarkan paket setara.
- iQOO Z10R disebut cheat code: pada dasarnya Vivo V60 Lite dengan logo iQOO yang dijual 300 ribu lebih murah, all-rounder tanpa celah di 3,3 jutaan.
- Poco F7 masuk dari kelas 6 jutaan ke daftar 5 jutaan karena harga pasaran aktualnya di 5,7 juta, langsung jadi pilihan teratas di kelasnya.
Menutup tahun 2025, banyak pilihan HP yang bertebaran di rentang harga 1 hingga 5 jutaan. Sebagian adalah pendatang baru, sebagian lagi nama lama yang bertahan karena nilainya belum bisa ditandingi. Yang jelas, pilihan di price range ini makin kompetitif dan semakin susah salah beli asal tahu kebutuhannya.
Semua harga dalam daftar ini berdasarkan pantauan di e-commerce akhir 2025, termasuk kemungkinan voucher dan promo. Harga aktual bisa berbeda tergantung platform dan waktu pembelian, jadi tetap disarankan untuk melakukan pengecekan sendiri sebelum memutuskan.
Budget 1 Jutaan: Utamakan Usability
Di kelas 1 jutaan, target utamanya bukan spesifikasi, tapi usability yang lancar tanpa masalah berarti. Samsung Galaxy A07 di harga 1,2 jutaan adalah titik masuk yang masuk akal untuk yang menginginkan brand Samsung dengan dukungan software panjang dan UI yang familiar. Storage UFS-nya menjadi pembeda dibanding HP sejutaan lain yang masih lebih lemah. Kelemahannya ada di kapasitas memori yang terbatas di varian 4/64GB pada harga tersebut.
Jika budget bisa melar sedikit ke kisaran 1,8 hingga 1,9 jutaan, Motorola G45 menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Dengan harga yang hanya sedikit lebih tinggi dari Samsung A07 varian 6/128GB, Motorola G45 sudah hadir dengan RAM 8GB, storage 256GB, chipset yang lebih kencang, dan konektivitas 5G. Storage UFS 2.2 menjadi nilai lebih. Satu kekurangannya ada di dukungan update OS yang tidak sepanjang Samsung A07.
Budget 2 Jutaan: Mulai Ada Fitur Ekstra
Di kelas 2 jutaan, tiga nama layak dipertimbangkan: Tecno Camon 40, Poco M7, dan Infinix Note 50 Pro. Tecno Camon 40 di harga 2,6 jutaan adalah anomali untuk kelasnya. Sensor kamera dengan OIS di harga segini sudah tidak umum, dan layar AMOLED-nya menambah nilai lebih. Chipset Helio G100 yang dipakai memang masih 4G, yang menjadi pertimbangan utama bagi yang membutuhkan konektivitas 5G.
Poco M7 di 2,2 jutaan menarik perhatian lewat baterai silicon carbon 7.000 mAh, spesifikasi yang biasanya baru ditemukan di harga lebih tinggi. Chipset Snapdragon 685-nya masih di kategori entry, tapi untuk kebutuhan harian dasar ini sudah cukup. Pilihan yang solid untuk yang menginginkan HP dari keluarga Xiaomi di budget ini.
Infinix Note 50 Pro menawarkan paket yang cukup lengkap untuk 2 jutaan: wireless charging dengan kemampuan reverse charging, frame metal yang terasa premium di tangan, chipset G100, dan storage UFS. Tidak ada sektor yang terlalu dipangkas, menjadikannya pilihan paling seimbang di kelas ini.
Budget 3 Jutaan: All-Rounder Mulai Jelas
Tiga kandidat di kelas 3 jutaan: iQOO Z10R, Tecno POVA 7 5G, dan Poco X7. iQOO Z10R di harga 3,3 jutaan untuk varian 8/128GB adalah all-rounder yang sulit dicari celahnya. Layar, performa, memori, dan baterai semuanya aman. Menariknya, HP ini pada dasarnya adalah Vivo V60 Lite yang hadir dengan logo iQOO di harga 300 ribu lebih murah. Dukungan after sales dari jaringan BBK Group juga menjadi nilai lebih.
Tecno POVA 7 5G hadir di 3 jutaan pas untuk varian 8/256GB dengan desain yang terinspirasi dari estetika transparan ala Nothing Phone. Chipset Dimensity 7300 dan baterai 6.000 mAh menjadi pondasinya. Pilihan menarik untuk yang ingin tampil berbeda di kelas harga ini. Poco X7 di 3,2 jutaan untuk 8/256GB menawarkan paket yang aman di semua lini: AMOLED curved, kamera 50MP dengan OIS, Dimensity 7300, dan IP68. Satu hal yang mencolok adalah logo Poco berukuran besar di bagian belakang, tapi tertutup case pun tidak jadi masalah.
Budget 4 Jutaan: Poco X7 Pro Sulit Ditandingi
Di kelas 4 jutaan, Poco X7 Pro langsung berdiri sebagai pilihan utama. Chipset Dimensity 8400 Ultra dengan skor AnTuTu di kisaran 1,5 juta menempatkannya di level yang biasanya baru ditemukan di harga lebih tinggi. Baterai besar dengan charging cepat, IP68, dan harga sekitar 4 jutaan untuk varian 512GB menjadikan HP ini salah satu value for money paling kuat di rentang harga ini.
Motorola Edge 60 Fusion di kisaran 4 jutaan menawarkan pendekatan berbeda. Chipset Dimensity 7400, layar AMOLED, kamera dengan sensor Sony LYTIA 700C, dan desain vegan leather khas Motorola yang premium di tangan. HP ini mengejar experience yang seimbang dan berasa premium ketimbang memaksimalkan angka performa, cocok untuk yang tidak hanya mengejar benchmark.
Budget 5 Jutaan: Poco F7 Masuk dari Kelas Atas
Tiga kandidat di kelas 5 jutaan: Samsung Galaxy A56, iQOO Neo 10, dan Poco F7. Samsung Galaxy A56 di 5 jutaan untuk 8/256GB hadir dengan bodi metal, Exynos 1580, layar AMOLED khas Samsung yang cakep, dan dukungan software update yang panjang hingga 3 hingga 5 tahun ke depan. Pilihan yang nyaman untuk jangka panjang dengan ekosistem Samsung.
iQOO Neo 10 di harga yang sama menawarkan performa yang lebih agresif dengan Snapdragon 8s Gen 4, AnTuTu hampir 2 juta, dan charging 120W. Baterai 7.000 mAh-nya tahan lama bahkan untuk aktivitas berat. Kekurangannya hanya di material bodi yang masih terasa plastik.
Poco F7 masuk ke daftar 5 jutaan karena harga pasaran aktualnya ada di 5,7 jutaan untuk varian 12/512GB, lebih rendah dari harga resminya. Chipset Snapdragon 8s Gen 4 yang sama dengan iQOO Neo 10, tapi dengan storage lebih besar di harga yang lebih rendah. Frame metal, kamera utama dengan sensor Sony IMX882 dan OIS, serta value for money yang sulit ditandingi di kelas ini menjadikannya pilihan teratas di segmen 5 jutaan.
Comment