Highlight
Bestindotech- Lima kategori, lima pemenang: Xiaomi 15, Vivo X300 Pro, Samsung Z Fold 7, Samsung S25 Ultra, dan iPhone 17 regular.
- S25 Ultra menang All-Rounder bukan karena hardware terbaik, tapi karena One UI, S Pen, dan harga yang sudah turun ke 15 jutaan dari rilis 22,9 juta.
- iPhone 17 regular hanya beda 1 juta dari iPhone 16, tapi dapat 120Hz, ultrawide 48MP, baterai lebih besar, dan anti-reflective coating.
Di segmen flagship, perbedaan harga antar HP tidak sepenting di segmen mid-range. Yang lebih menentukan adalah karakter dan prioritas masing-masing perangkat. Bestindotech telah menguji lebih dari 40 smartphone sepanjang 2025, dan dari semua yang masuk kategori flagship, ada lima kategori yang layak dibahas secara terpisah karena kebutuhan pembelinya memang berbeda.
Semua rekomendasi di bawah ini murni berdasarkan pengalaman pengujian Bestindotech, tanpa keterlibatan brand apapun. Harga yang disebut berdasarkan pantauan di e-commerce saat artikel ini dibuat, termasuk faktor voucher dan diskon, sehingga tetap disarankan untuk melakukan pengecekan mandiri sebelum membeli.
Best Compact Flagship: Xiaomi 15
Tiga kandidat di kategori ini adalah Samsung Galaxy S25, Xiaomi 15, dan Vivo X300 regular. Samsung Galaxy S25 terasa stagnan di tahun ini, dengan perubahan yang hanya menyentuh chipset dan pilihan warna. Baterai dan kameranya mulai kelihatan berumur dibanding kompetitor yang terus mengupgrade. Harganya kini ada di 11 jutaan untuk varian 256GB, tapi lebih masuk akal untuk menunggu Galaxy S26.
Vivo X300 regular hadir dengan spesifikasi yang tidak main-main: sensor utama 200MP, baterai besar, dan chipset Dimensity yang stabil. Namun dalam pengujian singkat, perbedaan kualitas kamera antara X300 regular dan X300 Pro cukup terasa, sementara selisih harga keduanya hanya sekitar 2 juta rupiah. Dengan 2 juta lebih, X300 Pro menawarkan kamera lebih baik, bodi lebih besar dengan baterai lebih awet, dan desain full flat yang tetap terasa compact.
Xiaomi 15 menjadi pilihan terbaik di kategori ini. Peningkatan dari generasi sebelumnya terasa nyata di desain dan build quality yang lebih premium, chipset yang lebih kencang, baterai lebih besar, dan pengalaman kamera dengan kolaborasi Leica yang berkesan. HyperOS berjalan nyaman untuk pemakaian harian. Satu catatan: suhu HP bisa naik saat dipakai intensif, sesuatu yang perlu dipertimbangkan. Harganya kini setara S25 regular di kisaran 11 jutaan, menjadikan value for money-nya semakin kuat.
Best Camera Phone: Vivo X300 Pro
Tiga nominasi untuk kategori ini adalah Xiaomi 15 Ultra, Huawei Pura 80 Ultra, dan Vivo X300 Pro. Xiaomi 15 Ultra hadir dengan setup 4 kamera kolaborasi Leica yang menghasilkan jepretan luar biasa, tapi saat pertama kali diuji, HP ini mengalami overheat setelah 10 hingga 15 menit pemakaian kamera bahkan di ruangan ber-AC. Ini masalah yang diharapkan sudah diperbaiki lewat update software.
Huawei Pura 80 Ultra memperkenalkan switchable dual telephoto system pertama di dunia, di mana satu sensor besar melayani dua lensa sekaligus. Hasilnya luar biasa dari sisi warna, ketajaman, dan zoom optis 10x yang jarang dimiliki HP lain. Tantangannya tetap sama: ekosistem aplikasi yang memerlukan usaha ekstra bagi yang bergantung pada layanan Google.
Vivo X300 Pro menjadi pilihan terbaik untuk kategori kamera. Bukan karena focal length telephoto optis-nya yang terpanjang karena ia ada di 3,5x atau 85mm, tapi karena pengalaman keseluruhan saat memotret. Suhunya terjaga, jepret terus-terusan tidak bermasalah, dan kolaborasi dengan Zeiss menghasilkan foto yang paling mendekati output kamera dedicated, terutama untuk portrait. OriginOS kini sudah semakin mendekati kenyamanan One UI dan HyperOS. Tersedia juga aksesori telephoto extension untuk memperluas kemampuan zoom, meski dijual terpisah.
Best Foldable: Samsung Galaxy Z Fold 7
Kategori foldable tahun ini cukup ramai: Oppo Find N5, Vivo X Fold 5, Samsung Galaxy Z Fold 7, Huawei Mate X6, dan Honor Magic V3 semuanya masuk pertimbangan. Yang perlu dicatat: semua kandidat di kategori ini adalah terbaik dari brand masing-masing, sehingga pilihan manapun sudah pasti memuaskan.
Samsung Galaxy Z Fold 7 menjadi pilihan pribadi Bestindotech sebagai daily driver. Software One UI yang familiar, desain yang lebih tipis dari generasi sebelumnya, build quality yang solid, dan kamera dengan sensor utama 200MP menjadi alasan utamanya. Di sisi lain, Samsung Galaxy Z Flip 7 layak disebut sebagai satu-satunya pilihan di segmen flip di pasar Indonesia saat ini, dengan perbaikan di layar depan yang kini full screen dan hadirnya DeX untuk power user, meski chipsetnya kini menggunakan Exynos.
Untuk segmen tri-fold, Huawei Mate XT adalah satu-satunya yang tersedia di Indonesia saat ini dan layak disebut sebagai perangkat revolusioner. Samsung Galaxy Z Trifold diperkirakan akan menjadi penantang seriusnya di tahun mendatang.
Best All-Rounder: Samsung Galaxy S25 Ultra
Kategori ini paling sulit dan paling subjektif. Dengan budget 15 hingga 20 juta, kandidatnya adalah Samsung Galaxy S25 Ultra, Huawei Pura 80 Pro, dan Oppo Find X9 Pro.
Huawei Pura 80 Pro menawarkan pendekatan yang menarik: spesifikasi hampir setara versi Ultra-nya tapi tanpa lensa telephoto 10x, yang membuat harganya lebih terjangkau di kisaran 15 jutaan. Bagi yang sudah nyaman dengan ekosistem Huawei, ini pilihan yang sangat menarik secara nilai.
Oppo Find X9 Pro menunjukkan Oppo yang semakin serius sebagai all-rounder. ColorOS di 2025 terasa semakin proper dan smooth, mendekati kenyamanan One UI. Kameranya menarik dengan telephoto 200MP, tapi konsistensi hasil masih membutuhkan update software lebih lanjut. Ada juga aksesori telephoto extender, tapi penggunaannya mengharuskan case khusus yang membatasi akses ke lensa lain secara bersamaan.
Dengan segala pertimbangan, Samsung Galaxy S25 Ultra tetap menjadi pilihan all-rounder terbaik. Bukan karena hardware-nya yang paling unggul di semua aspek, tapi karena kombinasi yang paling seimbang: One UI yang memberikan pengalaman pengguna paling nyaman dan konsisten, S Pen yang tidak dimiliki kompetitor manapun, anti-reflective coating di layar, dan resell value yang relatif terjaga. Ditambah harganya yang kini sudah turun dari 22,9 juta ke kisaran 15 jutaan untuk varian base 12/256GB, value for money-nya sangat berbeda dari saat pertama rilis.
Best iPhone 2025: iPhone 17 Regular
iPhone dan Android diperlakukan sebagai kategori terpisah karena keduanya melayani ekosistem dan preferensi yang berbeda. Untuk Best iPhone 2025, pilihan jatuh ke iPhone 17 regular, bukan Pro, bukan Pro Max, dan bukan Air.
Alasannya sederhana: di pasaran saat ini, iPhone 16 regular varian 256GB ada di kisaran 15 jutaan. iPhone 17 regular 256GB hanya lebih mahal sekitar 1 juta rupiah. Dengan tambahan 1 juta tersebut, yang didapat adalah layar 120Hz ProMotion yang sebelumnya eksklusif lini Pro, baterai lebih besar, chipset lebih kencang, kaca layar lebih kuat, anti-reflective coating, kamera depan Center Stage yang lebih baik, dan ultrawide 48MP di belakang. Tidak ada keputusan yang perlu dipikir panjang untuk selisih harga sekecil itu dengan peningkatan sebesar itu.
Comment