Advertisement

Review iQOO 15: Snapdragon 8 Elite Gen 5 Pertama di Indonesia, Panas atau Tidak?

Review iQOO 15: Snapdragon 8 Elite Gen 5 Pertama di Indonesia, Panas atau Tidak?

Highlight

Bestindotech
  • iQOO 15 adalah HP pertama di Indonesia dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, plus brand pertama yang sertakan anti-reflective screen protector out of the box.
  • Gaming berat 30 menit suhu mentok 40-an derajat, jauh lebih adem dari yang angka benchmark suggest.
  • Perpindahan ke lensa periskop kadang baru terjadi di 10x zoom, inkonsistensi yang diharapkan bisa diperbaiki lewat update.
Advertisement
Advertisement

iQOO punya reputasi yang konsisten: selalu jadi yang pertama membawa chipset Snapdragon terkencang ke Indonesia. iQOO 15 melanjutkan tradisi itu dengan menjadi HP pertama di Indonesia yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Pertanyaannya selalu sama untuk HP berchipset sekencang ini: seberapa panas, dan apakah panasnya mengganggu?

Bestindotech menguji iQOO 15 selama tiga hari, mulai dari unboxing, benchmark, gaming berat termasuk emulator PC, hingga pengujian kamera. Ini hasilnya.

Desain dan Kelengkapan Box

iQOO 15 hadir dengan desain fully flat frame yang terasa berbeda dari sebelumnya. Frame metal di semua sisi memberikan kesan premium, dan di tangan genggamannya terasa padat dan solid. Modul kamera di bagian belakang bergeser sedikit ke kiri dengan garis khas iQOO yang kalau dilihat dari sudut tertentu menampilkan efek 3D yang menarik.

Yang langsung menarik perhatian saat membuka box adalah anti-reflective screen protector yang sudah terpasang out of the box, pertama kali Bestindotech menemukannya di HP manapun. Efeknya langsung terasa: pantulan cahaya dari lampu studio atau cahaya outdoor jauh lebih teredam dibanding layar tanpa pelindung ini. Kelengkapan lain yang disertakan adalah soft case putih, charger 100W, kabel USB-C to C, dan SIM ejector. HP ini juga kompatibel dengan eSIM tapi tidak mendukung microSD.

Untuk after sales, service center iQOO bergabung dengan service center Vivo, sehingga di kota-kota yang belum ada service center iQOO khusus, service center Vivo bisa melayani perangkat iQOO juga.

Advertisement

Layar: Panel Samsung M14 dengan 6.000 Nits

iQOO 15 menggunakan panel AMOLED 6,85 inci dari Samsung tipe M14, resolusi 2K, refresh rate 144Hz, dengan peak brightness hingga 6.000 nits. Dikombinasikan dengan anti-reflective screen protector bawaan, pengalaman menontonnya terasa nyaman bahkan di kondisi pencahayaan tinggi. Konten HDR, Netflix, dan YouTube terlihat tajam dengan warna yang nampol tanpa terasa melelahkan di mata.

Performa: Snapdragon 8 Elite Gen 5

Snapdragon 8 Elite Gen 5 di iQOO 15 dilengkapi dengan Super Chip Computing Q3 buatan iQOO sendiri. Dalam pengujian AnTuTu 5 kali berturut-turut, skor yang konsisten diperoleh ada di kisaran 3,7 juta, belum menembus 4 juta meski sudah diuji di mode Monster. Peningkatan dibanding generasi sebelumnya tetap signifikan: sekitar 36% dari Snapdragon 8 Elite dan 80% dari Snapdragon 8 Gen 3.

Di Geekbench 6, single core mendapat 3.549 poin dan multi core 10.318 poin, naik 10% dan 21% dibanding iQOO 13. Di stress test 3DMark Wildlife, stability score ada di 46% dengan suhu mencapai 50 derajat dalam kondisi pengujian ekstrim ini. Angka yang perlu dikontekstualisasikan dengan penggunaan nyata.

Thermal: Berbeda antara Benchmark dan Gaming Harian

Ini bagian yang paling menarik. Di benchmark, suhu memang bisa menyentuh 50 derajat yang terasa kurang nyaman di tangan. Tapi dalam skenario gaming harian, kondisinya sangat berbeda.

Wuthering Waves di setting Ultra High 60fps dijalankan selama 30 menit, frame rate stabil hampir tanpa drop signifikan, dan suhu hanya mentok di kisaran 40-an derajat kecil. Untuk game mobile seberat ini, manajemen suhu hariannya jauh lebih baik dari yang angka benchmark suggest.

Advertisement

Pengujian lebih ekstrim dilakukan lewat Game Hub dengan GTA V via emulator PC. Sepuluh menit pertama berjalan di 50-an fps dengan suhu 44 derajat, tapi saat masuk ke area open world suhu naik dan frame rate turun ke 30-an fps. Untuk use case emulator game PC berat, cooler eksternal Peltier sangat disarankan agar performa tetap konsisten.

Advertisement

Kamera: Upgrade yang Terasa Niat

Setup kamera iQOO 15 adalah triple 50MP: main camera dengan sensor Sony IMX931, ultrawide dengan Samsung JN1, dan periskop telephoto 3x baru dengan sensor Sony IMX882. Ini upgrade yang terasa jauh lebih niat dibanding generasi sebelumnya yang kameranya terkesan asal ada.

Karakter warna iQOO tetap konsisten: kontras tinggi dan vibrant, terutama pada warna-warna kuat. Detail main camera tajam dengan natural bokeh yang bagus. Portrait di lensa 3x dengan focal length ekuivalen 85mm menghasilkan bokeh yang rapi dan skin tone yang natural, walaupun secara keseluruhan warna masih cenderung lebih vibrant dari kondisi aslinya. Transisi antara lensa wide, main, dan telephoto tergolong konsisten meski lensa telephoto sedikit lebih soft dan shadow-nya sedikit lebih terangkat.

Satu inkonsistensi yang ditemukan ada di mode video: perpindahan ke lensa periskop 3x kadang baru terjadi di 10x zoom tergantung kondisi, bukan konsisten di 3x. Ini kemungkinan masalah software yang diharapkan bisa diperbaiki, mengingat selama tiga hari pengujian sudah ada dua major software update yang dirilis iQOO.

Kamera selfie juga mendapat upgrade yang paling terasa: lensa kini lebih lebar di 21mm dari sebelumnya 28mm, sehingga bisa menampung lebih banyak orang dalam satu frame dan lebih nyaman untuk foto bersama.

Baterai dan Pengisian

Baterai 7.000mAh dengan Flash Charge 100W: dari 5% ke 100% tidak sampai satu jam. Dalam tiga hari pengujian, hanya perlu sekali pengisian. Untuk penggunaan harian, ketahanan baterainya sangat bisa diandalkan. Ada fitur bypass charging untuk gaming agar baterai tidak panas saat diisi daya bersamaan, tapi dalam kondisi gaming berat ini justru bisa menaikkan suhu HP, sehingga kombinasi dengan cooler eksternal tetap lebih disarankan.

OriginOS 6: Pengalaman yang Semakin Premium

iQOO 15 hadir dengan OriginOS 6, versi global pertama yang dirilis secara resmi. Tampilannya lebih modern, animasinya lebih smooth, dan fitur-fiturnya tidak ada yang dikurangi untuk versi global. Sudah terintegrasi dengan Google Gemini dan ada AI Caption bawaan dari Origin. Keseluruhan pengalaman OS-nya terasa selangkah lebih premium dari sebelumnya.

Harga dan Kesimpulan

iQOO 15 dijual mulai dari Rp12.999.000 untuk varian 12/256GB, dan Rp15.999.000 untuk varian tertinggi 16GB/1TB. Hanya tersedia dalam satu model tanpa varian Pro atau Max.

Untuk yang mengejar performa mentok di kelas harga ini, iQOO 15 adalah pilihan yang sulit dibantah saat video ini dibuat karena belum ada kompetitor lain dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di Indonesia. Kamera yang kini jauh lebih niat, layar 2K dengan anti-reflective out of the box, baterai 7.000mAh dengan charging 100W, dan OriginOS 6 yang semakin matang, semuanya dalam satu paket. Catatan utamanya ada di konsistensi lensa telephoto di video yang masih perlu dipoles software, dan kebutuhan cooler eksternal untuk skenario gaming paling berat.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Advertisement
Advertisement
Advertisement